MANADONET.COM- Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Louis Carl Schramm, turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) Kota Manado dalam agenda reses Masa Persidangan II Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (28/3/2026) ini dilaksanakan di Kecamatan Tuminting dan Malalayang.
Dalam reses DPRD Sulut 2026 tersebut, Louis Schramm yang akrab disapa “Pal Louis” memanfaatkan momentum untuk berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi, mulai dari infrastruktur hingga layanan publik.
Saat reses di Kecamatan Tuminting, warga mengeluhkan kondisi akses jalan menuju area pemakaman yang dinilai belum memadai. Selain itu, masyarakat juga mendorong penguatan ekonomi melalui koperasi, termasuk kebutuhan lahan untuk pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal.
Sementara itu, di Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, dalam pertemuan bersama Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki St. Joseph, warga menyoroti persoalan drainase di sekitar gereja yang kerap menyebabkan genangan air saat hujan.
“Permasalahan drainase ini diduga akibat sisa material pembangunan rumah sakit yang masuk ke saluran air. Ini akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait,” jelas Louis Schramm.
Selain itu, warga juga mengeluhkan ketersediaan obat di RS ODSK yang dinilai belum optimal. Aspirasi lainnya mencakup kebutuhan pendampingan UMKM berbasis digital, dukungan terhadap program Perkasa, serta penanganan sampah plastik yang terhenti akibat kerusakan mesin pencacah.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Louis Schramm menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dirangkum dan diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sulut agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Aspirasi yang disampaikan warga nantinya akan dirangkum untuk diperjuangkan dalam Pokir DPRD Sulut supaya menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.
Kegiatan reses ini kembali menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai jembatan aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan setiap kebutuhan warga dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah secara tepat sasaran. (***)







