MANADONET.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Julyeta Paula Runtuwene, memanfaatkan agenda reses Masa Persidangan 2026 dengan menyerap aspirasi ratusan siswa dan tenaga pendidik tingkat SMA dan SMK di Kota Manado. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas langsung berbagai persoalan pendidikan di ibu kota provinsi tersebut.
Politisi Partai NasDem itu mengunjungi sejumlah sekolah, di antaranya SMK Negeri 1 Manado, SMK Negeri 9 Manado, dan SMA Negeri 4 Manado. Kunjungan tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan diisi dengan diskusi mendalam mengenai hambatan nyata yang dihadapi sekolah.
Dalam reses DPRD Sulut 2026 ini, persoalan infrastruktur menjadi keluhan utama. Mulai dari kebutuhan ruang kelas yang lebih layak, fasilitas laboratorium yang memadai, hingga pentingnya pembangunan pagar sekolah untuk menjamin keamanan siswa dan lingkungan pendidikan.
“Kita tidak bisa bicara kualitas pendidikan jika pagar sekolah saja belum ada atau laboratoriumnya tertinggal. Keamanan siswa dan kelengkapan fasilitas praktik di SMK adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegas Paula Runtuwene.
Menariknya, dalam dialog tersebut Paula juga memberikan ruang bagi pengurus OSIS untuk menyampaikan aspirasi. Para siswa berharap adanya dukungan terhadap fasilitas olahraga, pengembangan seni budaya, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi (IT) yang dinilai sangat penting di era digital saat ini.
Menanggapi hal itu, Paula menyatakan dukungannya terhadap pemberian apresiasi bagi siswa berprestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.
“Anak-anak kita yang berprestasi di bidang olahraga, seni, maupun akademik harus mendapatkan penghargaan nyata dari pemerintah. Ini penting untuk memotivasi mereka terus berprestasi dan mengharumkan nama Sulawesi Utara,” ujarnya.
Selain itu, persoalan kekurangan tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius. Menanggapi hal tersebut, Paula memastikan akan membawa isu ini ke dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
“Data yang saya kumpulkan dari sekolah-sekolah ini akan menjadi dasar dalam penyusunan Pokok-Pokok Pikiran DPRD. Saya akan mengawal agar anggaran pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar sekolah,” tegasnya.
Kegiatan reses ini menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai jembatan aspirasi, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara agar lebih merata dan berdaya saing di era modern. (***)









