MANADONET.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menjadi pusat diskusi strategis dalam membedah masa depan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Melalui diskusi bertajuk “Kongko-kongko III” yang digelar Jumat (10/4/2026), Polimdo bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado menyoroti urgensi kesiapan sumber daya manusia (SDM) di tengah dinamika demografi yang kian kompleks.
Diskusi yang dipandu langsung oleh Ketua ISEI Cabang Manado, Prof. Joy Tulung, PhD, ini menghadirkan narasumber berbobot, yakni ekonom nasional sekaligus Direktur LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, PhD serta Dewan Pakar ISEI, Dr. Tri Oldy Rotinsulu.
Chaikal Nuryakin, yang dikenal sebagai pendidik menteri-menteri ekonomi hebat Indonesia, membawa misi besar untuk mendekatkan teori makroekonomi dengan realitas lapangan di Sulawesi Utara. Fokus utamanya adalah pergeseran struktur demografi yang saat ini masih didominasi oleh sektor informal.
“Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika pasar kerja mampu beradaptasi. Penguatan keterampilan dan skema link and match antara pendidikan dan industri adalah harga mati,” tegas para peserta dalam diskusi tersebut.
Ketua ISEI Manado, Prof. Joy Tulung, menjelaskan bahwa format “Kongko-kongko” sengaja dibuat cair untuk menghapus jarak antara dunia akademik dan pelaku usaha.
“Kami ingin memastikan ISEI bukan hanya pengamat, tapi aktor yang memastikan pertumbuhan ekonomi di Sulut bersifat inklusif dan berkelanjutan,” ujar Joy Tulung.
Menurut Joy Tulung, ISEI telah memetakan empat sektor kunci pembangunan daerah diantaranya, sektor pariwisata dan perikanan sebagai motor penggerak, literasi UMKM, digitalisasi inklusif dan peningkatan kualitas SDM melalui kolaborasi dengan kampus vokasi.
Sebagai tuan rumah, Polimdo menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Melalui Jurusan Administrasi Bisnis, Polimdo terus mengintegrasikan teori ekonomi dengan praktik nyata lewat program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Wakil Direktur Polimdo Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Juliet P.T. Makinggung, SE., M.Si, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai kehadiran ISEI sangat membantu meningkatkan profesionalisme dosen sekaligus memperkuat peran institusi dalam mendukung agenda pemerintah.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa, dosen, dan pelaku usaha untuk memperbaharui literasi ekonomi mereka di tengah dinamika global yang kompleks,” pungkas Juliet Makinggung.







