MANADONET.COM- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengambil langkah strategis dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja migran melalui sinergi dengan BP2MI. Kebijakan ini bertujuan menghadirkan tata kelola perlindungan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan bagi warga yang bekerja di luar negeri.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan berbagai potensi permasalahan yang kerap dihadapi pekerja migran Indonesia di mancanegara, mulai dari aspek legalitas hingga perlindungan selama masa kerja.
Dalam sambutannya, Menteri BP2MI, Muktharudin, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi serta jaminan perlindungan bagi pekerja migran merupakan amanat langsung dari Prabowo Subianto.
Menurutnya, arahan tersebut akan diimplementasikan secara maksimal dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri telah melalui prosedur legal serta memiliki keterampilan yang memadai.
“Setiap pekerja migran harus memiliki kompetensi yang kuat agar mampu bersaing di pasar kerja global sekaligus terlindungi secara hukum,” ujar Muktharudin.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyambut positif komitmen pemerintah pusat. Ia menilai kerja sama ini sangat penting mengingat Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah yang aktif mengirimkan tenaga kerja ke berbagai negara tujuan, termasuk Jepang.
Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan diri secara matang sebelum bekerja di luar negeri.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari Menteri BP2MI. Kerja sama ini akan membantu para tenaga kerja asal Sulawesi Utara untuk berangkat secara legal dengan persiapan yang matang, sekaligus memastikan perlindungan maksimal selama mereka bekerja di luar negeri,” ungkapnya.
Kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat dari kedua belah pihak. Menteri BP2MI didampingi oleh Sekretaris Jenderal dan pejabat Eselon I, sementara Gubernur Sulawesi Utara hadir bersama Plh. Sekretaris Provinsi serta kepala dinas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan sistem perlindungan pekerja migran yang lebih baik, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Utara agar mampu bersaing di tingkat global. (***)
Valentino Warouw









