MANADONET.COM- Pria inisial YT alias Anis yang adalah penanggungjawab di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 74.953.21 Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) diduga kuat menjadi aktor utama penyalagunaan BBM Solar Subsidi dan Barcode yang viral di media sosial saat ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Anis adalah penangungjawab di SPBU Tateli, dimana semua operasional ditanganinya. Pun, terkait dengan pengisian BBM Solar subsidi harus berkoordinasi dengannya bahkan dirinya diduga kuat terlibat dengan praktek mafia solar dari sisi koordinasi bahkan pembayaran.
Manadonet.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Pria Anis yang adalah penanggungjawab SPBU Tateli. Melalui pesan whatsapp di nomor 081*44**8*3* dirinya membantah terkait hal tersebut.
“Semua itu tidak benar,” Singkat Anis ketika dikonfirmasi, Senin, 1 Juni 2026.
Sementara itu, terkait viral di media sosial terkait penyalagunaan barcode, ketika dikonfirmasi Anis pun membantah hal tersebut.
Menurut Anis, pemakai barcode dan pemilik barcode (suami Mega) saling kenal. “Suaminya mau damai kalau penuhi permintaan Rp3 juta, tapi kami tidak mau karena bukan operator yang pakai,” beber dia.
Namun, saat media ini menanyakan apakah jika menunjukan barcode ke operator tapi jenis mobil serta plat nomor kendaraan tidak sesuai bisa dilakukan pengisian? Anis pun enggan menjawab lebih mendalam.
“Maaf sudah ya, karna saya sudah sampaikan hal itu,” tulis Anis.
Sementara itu, terkait penyalagunaan barode dan bbm Solar Subsidi yang terjadi di SPBU Tateli, pihak Polresta Manado yang masuk wilayah hukum, sementara dalam lidik.
“Sedang dalam lidik, Nanti dari hasil lidik, baru akan dilaksanakan klarifikasi kepada pihak-pihak dan saksi-saksi,” kata Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid memalui Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto, Senin, 1 Juni 2026.
Diketahui, persoalan ini bermula dari akun Facebook bernama MEGA mengunggah keluhan terkait dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi yang diduga terjadi di SPBU Tateli, Kabupaten Minahasa.
Unggahan tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial setelah pemilik kendaraan mengaku barcode miliknya digunakan orang lain tanpa izin.
Dalam postingannya, Mega menjelaskan kejadian pertama terjadi pada 27 Mei 2026 saat mereka hendak melakukan perjalanan ke Mitra dan singgah mengisi BBM di salah satu SPBU di Jalan Sam Ratulangi. Namun saat akan melakukan pengisian, petugas menyampaikan bahwa barcode kendaraan tersebut sudah terpakai.
Merasa heran, mereka kemudian menanyakan lokasi penggunaan barcode tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui barcode itu digunakan di SPBU Tateli.
Tidak berhenti di situ, kejadian serupa kembali terjadi saat mereka pulang dari Mitra dan hendak mengisi BBM di Tomohon. Barcode yang sama kembali dinyatakan sudah digunakan di SPBU Tateli pada hari yang sama sekitar pukul 15.39 WITA.
Karena curiga terjadi penyalahgunaan, pemilik kendaraan langsung mendatangi SPBU Tateli untuk meminta penjelasan dari petugas yang berjaga pada shift sore. Namun menurut pengakuannya, tidak ada petugas yang mengakui penggunaan barcode tersebut.
Mereka juga mengaku sempat meminta pihak SPBU membuka rekaman CCTV untuk memastikan kejadian itu. Akan tetapi, pihak SPBU disebut menyampaikan bahwa rekaman tidak bisa diakses karena terkendala password.
Yang lebih mengejutkan, saat melakukan pengecekan di lokasi, mereka mengaku mendapati adanya aktivitas pengisian solar menggunakan sistem tap barcode yang dianggap mencurigakan.
Unggahan tersebut pun langsung menuai beragam komentar dari warganet. Beberapa netizen bahkan menyebut SPBU Tateli sebelumnya juga pernah viral karena kasus serupa terkait barcode BBM subsidi yang diduga digunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Valentino







