MANADONET.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen PDMK), Tatang Muttaqin, menegaskan pentingnya percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan. Dalam kunjungan kerjanya pada Rabu (1/7/2026), Tatang menyampaikan bahwa penguatan kompetensi pendidik menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri yang dinamis.
Tatang menekankan bahwa para guru tidak boleh cepat berpuas diri dengan kompetensi yang telah dimiliki. Menurutnya, program upskilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (pelatihan keterampilan baru) harus dijadikan prioritas agar para pendidik tetap relevan dengan zaman.
“Fokus kami adalah upskilling dan reskilling bagi para guru. Mereka yang sudah memiliki kompetensi di bidang tertentu, seperti teknik sipil, perhotelan, maupun bidang lainnya, perlu terus memperbarui keterampilannya sesuai perkembangan zaman,” ujar Tatang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa reskilling tidak hanya sebatas mengasah keahlian lama, melainkan mengombinasikannya dengan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sebagai contoh, guru di bidang pertanian kini dituntut untuk menguasai teknologi modern, mulai dari sistem budidaya digital, pemberian pakan otomatis, hingga pengelolaan produksi berbasis AI.
Selain transformasi digital, Tatang juga menyoroti pentingnya penerapan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam pengembangan pendidikan vokasi. Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berwawasan lingkungan.
Ia mengungkapkan, saat ini telah terjalin kolaborasi antara pemerintah daerah dan Balai Diklat dalam memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, salah satunya melalui penggunaan panel surya (solar cell).
“Jika penerapannya semakin luas, manfaatnya tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga membantu mengurangi polusi,” jelasnya.
Pada momentum kunjungan kerja yang sama, Tatang memberikan apresiasi dan motivasi kepada para dosen melalui penyerahan buku secara simbolis. Langkah ini diharapkan dapat memantik semangat para pendidik di tingkat perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualifikasi akademiknya.
Tatang mengingatkan bahwa peluang beasiswa untuk melanjutkan studi—baik program magister terapan maupun doktor terapan di dalam dan luar negeri—saat ini terbuka sangat lebar.
“Kami berharap semakin banyak dosen yang melanjutkan studi. Jangan takut mencoba atau takut gagal. Peluang sudah tersedia, tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk bersaing dan memanfaatkannya,” pungkas Tatang.









