Reses di Minsel, Billy Lombok Serap Aspirasi Warga: Dari Ambulans hingga Bansos Tak Tepat Sasaran

oleh -501 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Billy Lombok, menggelar Reses II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pelayanan kesehatan, pertanian, regulasi minuman tradisional cap tikus, infrastruktur, pertanahan, pendidikan hingga persoalan bantuan sosial (bansos).

Dalam dialog interaktif bersama masyarakat, sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Warga mengusulkan agar Rumah Sakit Kalooran memiliki dua jalur pelayanan, yakni loket umum dan loket khusus jemaat.

Selain pembenahan sistem pelayanan, masyarakat juga meminta adanya tambahan armada ambulans untuk mendukung operasional rumah sakit, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan penanganan dan mobilisasi.

Di sektor pertanian dan perkebunan, para petani mengharapkan pendampingan yang lebih intensif dari pemerintah, terutama terkait tata cara pengajuan bantuan dari pemerintah pusat.

Kelompok tani dan jemaat GMIM di Pakuure juga menyampaikan kebutuhan bantuan pupuk dan bibit tanaman produktif, seperti jagung, aren, kelapa dan kakao. Mereka turut mengusulkan modernisasi sarana pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor.

Aspirasi lain yang cukup mencolok datang dari petani cap tikus. Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera merumuskan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tata kelola minuman tradisional tersebut.

Warga meminta agar petani dilibatkan secara langsung dalam proses penyusunan regulasi, sehingga aturan yang nantinya diterbitkan benar-benar mampu menjawab kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Sementara itu, masyarakat Boyong Atas menyampaikan sejumlah kebutuhan di sektor infrastruktur dan pertanahan. Aspirasi yang disampaikan antara lain pembangunan akses jalan paving, pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), serta pemenuhan hak masyarakat atas 20 persen lahan Hak Guna Usaha (HGU).

Di sektor ekonomi, warga juga mengusulkan bantuan peralatan operasional untuk mendukung keberadaan pabrik es lokal.

Tak kalah penting, persoalan pendidikan dan kesejahteraan sosial turut menjadi sorotan. Masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap penetapan desil penerima bansos karena dinilai masih terdapat data yang belum tepat sasaran.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat keluarga yang sebenarnya membutuhkan justru kesulitan memperoleh bantuan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Warga juga mendorong Pemerintah Provinsi Sulut menyediakan program beasiswa berkelanjutan bagi mahasiswa jenjang S1 hingga menyelesaikan pendidikan. Aspirasi serupa juga disampaikan untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan S2 dan S3.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Billy Lombok memastikan seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan dibawa ke tingkat provinsi untuk diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Sulut.

Menurutnya, reses merupakan bagian penting dari fungsi anggota legislatif untuk memastikan kebutuhan masyarakat di daerah dapat menjadi bahan dalam penyusunan program dan kebijakan pemerintah.

Billy menegaskan, berbagai aspirasi yang telah dihimpun akan dikawal melalui pembahasan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait agar dapat memperoleh tindak lanjut.

“Baik melalui pembahasan bersama pemerintah daerah, sehingga dapat menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan dan kebijakan pemerintah provinsi,” ujar Billy menutup kegiatan reses tersebut.

Beragam persoalan yang disampaikan masyarakat Minsel kini menjadi catatan penting bagi Billy Lombok untuk diperjuangkan di DPRD Sulut, dengan harapan aspirasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (***)

Valentino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.