MANADONET.COM — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Politeknik Negeri Manado Tahun 2025–2029” pada Selasa (11/8/2026). Langkah ini menjadi bagian penting dalam menghimpun masukan serta pemikiran strategis dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) demi menentukan arah kebijakan kampus lima tahun ke depan.
FGD tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Polimdo, Pimpinan Jurusan, perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), asosiasi profesi, serta mitra strategis.
Mewakili Direktur Polimdo, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Diane Tangian, SH., M.Si, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi aktif para peserta yang telah hadir dan membagikan pandangan mereka.
“Atas nama Politeknik Negeri Manado, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah meluangkan waktu untuk memberikan masukan terkait penyusunan Renstra Polimdo 2025–2029,” ujar Diane saat membuka acara.
Menurut Diane, keterlibatan berbagai pihak eksternal sangat krusial agar pengembangan institusi berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat dan pasar kerja. Masukan yang terkumpul akan langsung diintegrasikan ke dalam tiga pilar utama pendidikan tinggi, yaitu:
- Penyempurnaan Kurikulum: Menyesuaikan materi pembelajaran dengan standar dan teknologi terkini di industri.
- Pengembangan Penelitian: Mendorong riset terapan yang dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan daerah dan industri.
- Pengabdian Masyarakat: Menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik.
Lebih lanjut, Diane menegaskan bahwa Renstra 2025–2029 dirancang untuk membawa Polimdo menjadi pusat unggulan teknologi, inovasi, dan pembelajaran transformatif yang berwawasan internasional di era digital.
“Untuk mencapai visi tersebut, kami sangat membutuhkan masukan dari Bapak dan Ibu sekalian. Kolaborasi dengan pemerintah, DUDI, asosiasi, serta para mitra menjadi kunci utama dalam menentukan langkah Polimdo ke depan,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, dokumen Renstra 2025–2029 diharapkan tidak hanya menjadi pedoman formal institusi, tetapi juga alat navigasi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) vokasi yang kompeten, inovatif, adaptif, serta siap bersaing di pasar kerja global.







