MANADONET.COM – Aston Hotel terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang dirangkaikan dalam kegiatan Kuliah Umum Jurusan Pariwisata Polimdo, Rabu (12/8/2026).
General Manager Aston Hotel, Dikdik Solehudin menegaskan bahwa industri perhotelan modern tidak boleh hanya berfokus pada orientasi bisnis semata. Menurutnya, pelaku industri memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang besar untuk berkontribusi aktif terhadap kemajuan dunia pendidikan.
Ia menilai, keterlibatan langsung pihak industri dalam institusi pendidikan sangat vital untuk membuka wawasan praktis para mahasiswa. Dengan pemahaman yang komprehensif, para calon lulusan dapat memiliki gambaran yang jelas mengenai dinamika, peluang, serta arah karier yang dapat mereka tempuh setelah menyelesaikan studi.
“Kita sebagai hotel bukan hanya profit-oriented, tetapi juga harus bisa berkontribusi terhadap dunia pendidikan. Kami ingin memotivasi teman-teman mahasiswa agar mereka mengetahui arah yang ingin dituju setelah menyelesaikan pendidikan di dunia perhotelan ataupun pariwisata,” ujar Dikdik.
Melalui kemitraan ini, Dikdik berharap sinergi antara Aston Hotel dan Polimdo dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Fokus utamanya adalah mempersiapkan para mahasiswa menjadi tenaga kerja profesional yang berkualitas, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Harapannya tentu yang terbaik bagi kita semua. Adik-adik mahasiswa ini ke depan bisa menjadi leader-leader terbaik di dunia perhotelan dan pariwisata,” tambahnya dengan optimistis.
Di sela-sela kuliah umum, Dikdik juga membagikan kisah perjalanan karier serta motivasi personalnya kepada ratusan mahasiswa yang hadir. Ia menekankan bahwa pintu sukses di industri perhotelan terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus di bidang pariwisata.
Ia mengungkapkan bahwa selain faktor pendidikan formal, variabel penting lain seperti passion, ketangguhan, kemauan untuk terus belajar, serta fokus pada bidang yang ditekuni merupakan modal utama dalam membangun karier yang cemerlang di dunia hospitality.
“Saya ingin membuktikan bahwa saya sendiri bukan hanya berasal dari sekolah pariwisata, tetapi bisa menjadi General Manager. Artinya, kesempatan itu terbuka luas. Yang penting kita memiliki passion, ketangguhan, dan benar-benar fokus pada dunia yang kita tekuni,” ungkapnya.
Melalui penandatanganan MoU dan pelaksanaan kuliah umum ini, hubungan antara dunia pendidikan (akademisi) dan dunia industri (DUDI) di Sulawesi Utara diharapkan semakin erat. Sinergi ini memastikan para mahasiswa tidak hanya menyerap teori akademis di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung mengenai kebutuhan, tantangan, dan perkembangan terkini industri perhotelan dan pariwisata.







