MANADONET.COM – Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Digitalisasi Administrasi Pajak: Pelatihan Core Tax bagi Warga Gereja GFPR Rayon 13 Kairagi di Era Transformasi Fiskal” pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi perpajakan digital warga di tengah perubahan sistem administrasi perpajakan nasional dari manual menuju sistem pelayanan yang terintegrasi.
Ketua tim PkM Polimdo, Dr. Kiet Tumiwa, SE., MM., Ak., CA, menjelaskan bahwa transformasi fiskal menuntut masyarakat untuk tidak hanya mengetahui kewajiban bayar, tetapi juga memahami tata cara administrasi digital dengan benar.
“Literasi perpajakan di era digital bukan lagi sekadar mengetahui berapa pajak yang harus dibayar, tetapi juga memahami bagaimana menjalankan administrasi perpajakan melalui sistem digital secara benar,” ujar Kiet.
Pelatihan ini mengombinasikan pemaparan materi dari berbagai sudut pandang—mulai dari hukum, akuntansi, edukasi, hingga administrasi publik—dengan simulasi praktik secara langsung. Untuk mempermudah pemahaman warga, materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan berbasis penanganan data keuangan yang tertib.
Selain jajaran dosen, lima mahasiswa Polimdo—Vanesa G. Sakamole, Tiersa N. Farida, Manda S. Surentu, Claudia J.K. Rindorindo, dan Natalie M.C. Sigarlaki—turut diterjunkan sebagai fasilitator. Kehadiran mahasiswa bertugas mendampingi warga secara langsung dalam sesi praktikum dan pemahaman istilah-istilah teknis perpajakan digital.
Pemilihan Gereja GFPR Rayon 13 Kairagi sebagai sasaran kegiatan menjadi bentuk pendekatan berbasis komunitas. Institusi keagamaan dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik yang inklusif, termasuk dalam meningkatkan literasi ekonomi dan digital masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polimdo berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pasif dari perubahan teknologi pelayanan publik, tetapi mampu mengelola kewajiban perpajakannya secara mandiri, tertib, dan akurat. Bagi perguruan tinggi, agenda ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma dalam mendekatkan ilmu akademis ke tengah kehidupan masyarakat.







