MANADONET.COM – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) baru saja menyelesaikan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) tentang pembahasan Tata Gereja.
Sidang tersebut menjadi landasan penting menjelang agenda besar GMIM selanjutnya, yakni Pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus) Penatua dan Diaken yang akan digelar serentak pada Jumat, 16 Oktober 2026
Pemilihan Pelsus kali ini akan dilaksanakan di 1.038 jemaat GMIM yang tersebar di Minahasa, Minut, Manado, Bitung, Minsel, Mitra dan perantauan. Antusiasme warga jemaat terpantau tinggi, terutama bagi calon Penatua dan Diaken yang memiliki hak untuk memilih dan dipilih.
Menyikapi momentum tersebut, Ketua BPMJ Baitani Watudambo Pdt. Dr. Franky Paulus Kalalo menyerukan gerakan restorasi GMIM ‘Melayani Bukan Merebut Hormati Lansia’.
Mantan Ketua FKUB Bitung itu menjelaskan, restorasi GMIM berarti mengembalikan Pelsus kepada panggilan asalnya.
“Penatua dan Diaken itu dipanggil untuk melayani, bukan untuk merebut jabatan, bukan untuk mencari kekuasaan. Pilihlah dengan hati nurani, bukan karena tekanan atau transaksi,” ujar Pdt Franky Kalalo yang juga pernah pengurus Sekretaris Departemen Pembinaan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, kepada media ini, Senin (12/10/2026).
Pdt Franky Kalalo menekankan bahwa Pelsus harus menjadi teladan dalam menghormati orang tua, merangkul pemuda dan melayani jemaat dengan rendah hati sesuai semangat Markus 10:45. Di mana Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
“Mari kita jadikan 16 Oktober 2026 sebagai hari pemulihan. Satu Kolom, satu hati, untuk GMIM yang lebih melayani. Jangan golput, salurkan aspirasi secara positif berdasarkan doa dan hati nurani,” ajak Pdt Franky Kalalo yang juga adalah salah satu penggagas Panji Yosua serta Wakil Ketua PIKI Bitung itu.
Seruan Restorasi GMIM ini mendapat dukungan dari tokoh lansia GMIM, Vence Pinontoan.
Ketua Lansia Rayon V Wilayah Manado-Kembes menyatakan sangat mensupport pelaksanaan pemilihan Pelsus yang jujur dan adil.
“Kami para lansia sudah lama melayani GMIM. Kami rindu Pelsus yang baru adalah orang-orang yang takut akan Tuhan, yang hormat kepada orang tua dan mau melayani kolom dengan tulus,” ungkap Pinontoan diiyakan Reyni Sampow, penatua di Jemaat Getsemani Lansot Tomohon.
Terpisah, Steven Wuner, Pnt PKB Lahai Roi Wilayah Mapanget berharap pemilihan kali ini melahirkan pemimpin kolom yang benar-benar melayani.
“Kami jemaat di akar rumput ingin Pelsus yang ada di tengah-tengah kami saat susah dan senang, bukan hanya muncul saat pemilihan,” sebutnya.
Sekadar diketahui, pemilihan Pelsus 2026 menjadi tonggak penting bagi GMIM. Dengan Tata Gereja baru hasil SMSI, proses pemilihan diharapkan lebih transparan, akuntabel, dan mengutamakan spiritualitas pelayanan di atas kepentingan kelompok. (kit/*)








