LPS FinLab Forum di Polimdo, Juliet Makinggung Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Gaya Hidup Konsumtif dan Pinjol

oleh -9 Dilihat

MANADONET.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperluas edukasi inklusi dan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kali ini, LPS menggandeng Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui kegiatan LPS FinLab Forum Inklusi dan Literasi Keuangan 2026 yang berlangsung di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan, membangun kebiasaan menabung, mengenali risiko layanan keuangan, serta mengetahui mekanisme perlindungan simpanan nasabah oleh LPS.

Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, dalam sambutan yang disampaikan Wakil Direktur IV, Juliet P.T. Makinggung, SE., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan LPS yang telah memilih Polimdo sebagai tempat penyelenggaraan forum edukasi tersebut.

Menurut Juliet, kegiatan ini memiliki nilai strategis, terutama bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi dan Administrasi Bisnis yang dalam proses pembelajarannya bersentuhan langsung dengan dunia keuangan dan perbankan.

Kehadiran Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), Prayitno Amigoro, dinilai menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang akurat langsung dari sumber yang kompeten.

“Informasi akan jauh lebih bermanfaat ketika kita mendapatkannya secara langsung dari pihak yang kompeten di bidangnya,” ungkap Juliet.

Juliet mendorong mahasiswa agar tidak sekadar menjadi peserta, tetapi aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber, khususnya mengenai fungsi LPS dan mekanisme penjaminan simpanan nasabah perbankan.

Dalam sambutannya, Juliet juga mengingatkan bahwa literasi keuangan bukan hanya sebatas pengetahuan teoritis, melainkan harus menjadi bagian dari pola hidup mahasiswa.

Pengelolaan uang saku secara bijak, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri menyisihkan uang untuk ditabung merupakan langkah sederhana yang perlu diterapkan sejak dini.

“Kebiasaan menabung dapat dimulai dari jumlah kecil. Hal terpenting adalah membangun kedisiplinan dan kemampuan mengatur pengeluaran agar uang yang dimiliki tidak habis untuk kebutuhan konsumtif,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan digital, terutama pinjaman online (pinjol).

Juliet mengingatkan bahwa keputusan mengambil pinjaman tanpa memahami risiko dan kemampuan membayar dapat menimbulkan persoalan keuangan di kemudian hari.

“Mahasiswa perlu memahami risiko pinjaman, memperhitungkan kemampuan membayar, serta tidak mudah mengambil keputusan keuangan tanpa pertimbangan yang matang,” tegasnya.

Aspek lain yang menjadi perhatian Juliet adalah pentingnya pemahaman mahasiswa mengenai keamanan dana yang disimpan di perbankan.

Juliet berharap melalui forum tersebut, mahasiswa dapat memahami fungsi LPS, termasuk mekanisme penjaminan simpanan serta persyaratan yang harus dipenuhi agar simpanan nasabah memenuhi ketentuan penjaminan.

Menurutnya, pengetahuan mengenai perlindungan simpanan penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami hak dan keamanan dana mereka ketika menggunakan layanan perbankan.

Juliet juga menjelaskan bahwa Polimdo saat ini memiliki sekitar 5.000 mahasiswa yang tersebar di enam jurusan, yakni Akuntansi, Administrasi Bisnis, Pariwisata, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin.

Karena itu, Juliet berharap manfaat edukasi keuangan dapat dirasakan seluruh mahasiswa, tidak terbatas pada mereka yang berasal dari bidang ekonomi dan bisnis.

“Walaupun kegiatan ini hanya berlangsung selama beberapa jam, kami berharap ada pengetahuan dan pengalaman yang akan terus diingat oleh mahasiswa sepanjang hidup mereka,” ujarnya.

Melalui kolaborasi LPS dan Polimdo ini, edukasi literasi keuangan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran finansial, disiplin dalam mengelola pendapatan, bijak menggunakan layanan keuangan, serta memahami pentingnya perlindungan simpanan.

Juliet berharap LPS FinLab Forum tidak hanya menjadi kegiatan edukasi sesaat, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab sebagai bekal mahasiswa menghadapi kehidupan dan dunia kerja.

“Edukasi ini menjadi langkah penting untuk membentuk generasi muda yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, bertanggung jawab, dan berdasarkan informasi yang akurat,” pungkas Juliet Makinggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.