MANADONET.COM – Wali Kota Manado Andrei Angouw membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kota Manado Tahun 2026, di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP se-Kota Manado. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph., Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Bart Assa, S.T., M.Sc., M.Tr.Par., Ph.D., para kepala sekolah, serta narasumber dari BPK Manado, Kejaksaan Negeri Manado dan Inspektorat.

Dalam sambutannya, Andrei Angouw menegaskan pentingnya Bimtek tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para pengelola pendidikan, khususnya dalam tata kelola dana BOSP dan pengelolaan data pendidikan.
Menurutnya, pemahaman yang baik diperlukan agar pengelolaan anggaran pendidikan dapat dilakukan secara tertib, transparan dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ini penting untuk kualitas pendidikan di Kota Manado,” kata Andrei.
Ia mengingatkan seluruh pengelola satuan pendidikan agar dana BOSP yang masuk ke rekening sekolah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai penggunaan anggaran justru menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Dana yang masuk ke rekening ini agar dipergunakan sesuai dengan peruntukannya supaya tidak bermasalah kemudian hari,” tegasnya.

Andrei juga mengingatkan agar tidak ada penggunaan dana di luar kebutuhan yang telah ditetapkan, termasuk berbagai bentuk setoran maupun pembiayaan yang tidak memiliki dasar dan tidak berkaitan dengan kebutuhan pendidikan.
“Tidak ada setoran-setoran dan hal-hal lain di luar pembiayaan yang seharusnya dilakukan. Hati-hati, jangan terjebak pada kegiatan fiktif, sebab ini akan berakibat hukum,” ujarnya.
Selain persoalan pengelolaan anggaran, Wali Kota juga menyinggung kondisi sejumlah sekolah di Kota Manado yang mengalami kekurangan jumlah murid.
Menurut Andrei, pemerintah kota akan melakukan penataan terhadap sekolah-sekolah yang jumlah siswanya tidak lagi memenuhi kondisi ideal. Salah satu opsi yang disiapkan yakni melakukan merger atau penggabungan sekolah.

Langkah tersebut, kata dia, dilakukan agar pelayanan pendidikan tetap berjalan maksimal dan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.
“Sekolah-sekolah yang kekurangan murid nantinya akan dimerger atau digabung supaya dapat melayani pendidikan secara maksimal,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan Bimtek tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas para pengelola sekolah sekaligus menyamakan persepsi dalam pengelolaan pendidikan di Kota Manado.

Dengan pemahaman yang sama, pengelolaan dana BOSP diharapkan semakin akuntabel, sementara data pendidikan yang dikelola melalui Dapodik dapat lebih akurat sebagai dasar perencanaan berbagai program pendidikan.
Usai memberikan sambutan, Andrei Angouw secara resmi membuka kegiatan Bimtek Pengelolaan Dana BOSP dan Dapodik Kota Manado Tahun 2026. (***)








