MANADONET.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kali ini, kampus vokasi kebanggaan Sulawesi Utara tersebut berhasil meraih Juara 3 Dunia (Third Place) dalam ajang bergengsi 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition 2026, kategori AI + Construction Machinery Division yang berlangsung di Tiongkok.
Prestasi ini diraih melalui inovasi teknologi bernama TerraSight AI – Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan untuk memantau dan mengukur volume pekerjaan tanah secara otomatis.
Inovasi tersebut menjadi terobosan dalam pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung sektor konstruksi, khususnya dalam meningkatkan efektivitas, akurasi, dan efisiensi pemantauan progres pekerjaan tanah.
Kompetisi internasional ini diikuti sekitar 1.600 proyek dari berbagai negara, termasuk tuan rumah Tiongkok. Seluruh peserta bersaing dalam lima kategori dengan enam penghargaan yang diperebutkan pada setiap kategori.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, dua tim asal Indonesia berhasil membawa pulang penghargaan, masing-masing dari Politeknik Negeri Manado dan President University.
Keberhasilan Polimdo meraih posisi ketiga dunia sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan riset dan inovasi perguruan tinggi Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global, terutama dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan industri konstruksi.
Wakil Direktur III Polimdo, Rudolf Mait, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim yang tidak terlepas dari dukungan, doa, dan kepercayaan seluruh keluarga besar Polimdo.
“Puji Tuhan, berkat dukungan dan doa dari semua pihak, kami boleh meraih Juara 3 Dunia (Third Place) pada ajang 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition – AI + Construction Machinery Division di Tiongkok,” ujar Rudolf.
Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya menjadi keberhasilan tim pengembang inovasi, melainkan kebanggaan seluruh sivitas akademika Polimdo.
“Prestasi ini bukan semata-mata keberhasilan tim, tetapi merupakan kebanggaan dan buah dari dukungan seluruh keluarga besar Politeknik Negeri Manado,” ungkapnya.
Rudolf juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Polimdo, para wakil direktur, pimpinan jurusan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak proses pengembangan inovasi hingga keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut.
Rudolf menegaskan, pencapaian ini tidak mungkin diraih tanpa kerja sama, doa, dan dukungan berbagai pihak yang turut mengambil bagian dalam perjalanan pengembangan TerraSight AI.
“Kami menyadari bahwa pencapaian ini tidak mungkin diraih tanpa doa, kepercayaan, dan dukungan banyak pihak. Terima kasih kepada Ibu Direktur, para wakil direktur, pimpinan jurusan, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan serta keberhasilan ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, keberhasilan Polimdo bersama President University dalam kompetisi tersebut menjadi momentum positif bagi pengembangan riset dan inovasi teknologi di Indonesia.
Rudolf berharap prestasi internasional ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Polimdo untuk terus meningkatkan kreativitas, memperkuat budaya inovasi, serta menghasilkan karya teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjawab kebutuhan industri.
Dengan pencapaian ini, Polimdo kembali membuktikan bahwa perguruan tinggi vokasi di daerah mampu melahirkan inovasi berdaya saing internasional sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
“Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan dan keberhasilan ini. God Bless Polimdo,” tutup Rudolf.v








