Beberapa hari kemudian, setelah korban sudah dimakamkan, pelapor mendapatkan informasi dari teman korban bahwa tidak ada yang terjatuh atau terjadi keadaan darurat pada 5 Januari 2022 di Bandara Sam Ratulangi Manado.
Kemudian pada 8 Januari 2022 anak perempuan dari pelapor melihat tas pinggang yang sering digunakan oleh korban.
Merasa penasaran anak pelapor melihat isi dalam tas tersebut dan menemukan kertas/kartu nama sebuah penginapan hotel wijaya.
Penasaran dengan kejadian tersebut, adik perempuan korban yakni Ivone Kaaro langsung menghubungi pihak Hotel Wijaya dan mencoba menanyakan apa benar korban pernah menginap di hotel tersebut.
Dari pihak hotel pun menjawab bahwa benar, pada tanggal 5 Januari 2022 korban sekamar bersama dengan seorang perempuan yang ciri cirinya seperti SL.
Dan pada pukul 2.30 Wita, salah seorang karyawan hotel melihat perempuan tersebut sedang mondar mandir seperti orang gelisah dan meminta air minum kepada karyawan hotel.







