atau janji pada diri sendiri atau orang lain yang terwujud lewat tindakan.
Maka benarlah ungkapan yang mengatakan “Komitmen seseorang terbukti bukan dari kata-kata, tetapi dari aksi nyata”.
Demikian pula dalam hidup kita sebagai orang percaya, komitmen iman kita harus dapat dibuktikan lewat perbuatan kita sehari-hari,
sebagaimana yang tertulis dalam Yakobus 2:17 “Demikian juga halnya dengan Iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
Biasanya ada beberapa alasan mengapa seseorang berani untuk mulai berkomitmen.
Alasan-alasan itu diantaranya adalah rasa tanggung jawab akan diri sendiri atau orang lain, perasaan termotivasi, munculnya keinginan atau kemauan yang kuat dan lain sebagainya.
Namun, lewat pembacaan Alkitab yang terdapat dalam Rut 1:1-22 kita bisa melihat bagaimana komitmen Rut sebagai seorang menantu
ternyata muncul ketika dia sementara merasakan penderitaan dan kepahitan bersama dengan mertuanya yaitu Naomi.
Yang lebih menakjubkan lagi dari Rut adalah ketika dia mau berkomitmen untuk mengikuti Allah sekalipun dia berasal dari bangsa yang tidak mengenal Allah.
Dengan demikian, komitmen untuk mengikut Allah bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau percaya kepada-Nya.







