Sidang Dugaan Tambang Ilegal Ratatotok, Inspektur Tambang AM Dirjen Minerba Pernah Lakukan Remote Sensing Perintah Bareskrim

oleh -47 Dilihat
oleh
Sidang Dugaan Tambang Ilegal Ratatotok, Ispektur Tambang AM Dirjen Minerba Pernah Lakukan Remote Sensing Perintah Bareskrim

MANADONET.COM- Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan saksi ahli dari Direktorat Jendral (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) pada sidang lanjutan dugaan tambang ilegal di PT Bangkit Limpoga Jaya, Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara

Ahli yakni, Inspektur tambang ahli muda Dirjen Minerba Kementrian ESDM Hanifudin Muhammad Kamal

Pada sidang lanjutan ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tondano Erenst Jannes Ulaen didampingi hakim anggota Nur Dewi Sundari dan Dominggus Adrian Poturuhu, Selasa, 17 Oktober 2023.

Sidangpun terpaksa di tunda karena salah satu saksi ahli dari Kementrian ESDM berhalangan hadir dan akan dilanjutkan pada pekan depan masih dengan agenda yang sama yaitu mendengarkan keterangan saksi ahli.

Pada sidang, Inspektur tambang ahli muda Dirjen Minerba Kementrian ESDM Hanifudin Muhammad Kamal menerangkan, pada tanggal 6-7 Agustus 2022 pihak penyidik dari Direktorat Bareskrim Mabes Polri

meminta kepada Dirjen Minerba untuk melakukan pemetaan lahan terbuka di lokasi pertambangan PT Bangkit Limpoga Jaya (BLJ) di Ratatotok.

“Untuk proses dua hari dari tanggal 6-7 Agustus 2022 berdasarkan permintaan penyidik Dittipiter Bareskrim Polri meminta kami tim dari Minerba memetakan wilayah tersebut,” kata dia, dalam sidang

Menurut dia, kami datang ke Ratatotok bersama tim ada dua rekan jadi kami bertiga melakukan remote sensing (Pengukuran atau akusisi data suatu objek).

“Pemetaan lokasi dilakukan menggunakan alat Drone dan GPS,” ucap dia.

Dia menjelaskan, dari hasil yang kami petakan, kami hanya mendapatkan luasan dari bukaan lahan. Jadi dari penyidik meminta kami melakukan remote sensing dan menghitung hasil bukaan lahan luasannya 10, 74 hektar.

“Tidak semua lahan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bangkit Limpoga Jaya dilakukan remote sensing,” jelas dia.

Lanjut dia, jadi kami hanya memetakan lahan yang sudah terbuka, tidak semua wilayah IUP yang kami petakan hanya daerah terbuka saja.

“Bukaan lahan adalah wilayah yang sudah terbuka akibat adanya aktivitas pertambangan ilegal,” kata dia.

Dia kembali menerangkan, lahan terbuka karena ada aktivitas alat berat seperti ada jalan dan bekas kegiatan pertambangan yang ditemukan di lokasi ada Leach pad (kolam untuk proses ekstraksi logam mulia atau emas) dan ada bekas pertambangan.

“Kalau untuk kegiatan ketika kami kesana tidak ada kegiatan pertambangan, kami hanya menemukan fasilitas pertambangan yaitu cam dan Leach pad, namun kami tidak berani menyimpulkan adanya pertambangan ilegal,” beber saksi ahli.

Pada sidang tersebut dihadirkan tiga terdakwa yakni, Arny Christian Kumolontang, Sie You Ho dan Donal Pakuku sebagai pesakitan dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom

Diberitakan sebelumnya, ketiga terdakwa dengan nomor perkara 141/Pid.sus/2023/PN Tnn, 142/Pid.sus/2023/PN Tnn, dan 145/Pid.sus/2023/PN Tnn ini ditangkap polisi, setelah aktivitasnya melakukan penambangan secara ilegal.

Dengan alasan mendapat surat teguran dari Dinas ESDM Provinsi Sulut adalah modus terdakwa Arny Christian Kumolontang agar dapat melancarkan aktivitas Illegal mining tersebut.

Seperti diketahui, Arny Christian Kumolontang, Donal Pakuku dan Sie You Ho didakwa melakukan tindak pidana penambangan tanpa izin.

Perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 158 junto pasal 35 undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda 100 milyar rupiah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.