MANADONET.COM- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyelenggarakan program pelatihan keterampilan digital dan komunikasi bagi pemuda di 20 desa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli yang bertujuan mencetak generasi muda desa yang adaptif dan berdaya saing di era digital.
Menggandeng komunitas Kelas Bebas Bicara, pelatihan yang digelar sejak Juli hingga September 2025 itu menargetkan 400 peserta. Materi pelatihan mencakup keterampilan public speaking, pengenalan kecerdasan buatan (AI), dan penggunaan media sosial secara produktif.
“Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian PLN terhadap kemajuan desa. Kami ingin mendorong pemuda desa menjadi agen perubahan yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan zaman,” kata General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah di Makassar, Jumat (18/7/2025).
Menurut Edyansyah, program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 4 (pendidikan berkualitas), TPB 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), serta TPB 10 (pengurangan kesenjangan).
Mengusung tema B-Power: Mulai dari Desa untuk Indonesia Maju, pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan berpikir kritis, kepemimpinan, dan negosiasi yang relevan untuk berkontribusi dalam komunitas, dunia kerja, maupun wirausaha.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelatihan. Puluhan pemuda dan pemudi tampak aktif dan interaktif dalam mengikuti setiap sesi.
Sunarti (34), peserta dari Desa Moncongloe, mengungkapkan manfaat nyata yang ia rasakan dari pelatihan tersebut.
“Saya jadi belajar cara berkomunikasi dan bersosialisasi yang baik. Setelah kegiatan ini, saya ingin lebih berdaya dan bertumbuh, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain,” ujarnya.
Camat Manuju, Hikmatullah, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kontribusinya dalam pemberdayaan pemuda di Gowa. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa saat ini.
“Kami optimistis melalui momentum ini, pemerintah dan pemuda-pemudi dapat menghasilkan generasi penerus yang unggul dari Kabupaten Gowa,” ucapnya.
Hikmatullah menambahkan, pelatihan keterampilan berbasis teknologi dan komunikasi sangat penting untuk mendorong lahirnya pemimpin desa yang siap beradaptasi dan berinovasi di tengah perkembangan digital yang pesat. (valentino)









