Lobi Gubernur Sulut Yulius Selvanus, UNIMA Segera Buka Fakultas Kedokteran dan Pertanian

oleh -1570 Dilihat
oleh

MANADONET.COM — Pemerintah Pusat akhirnya memberikan persetujuan pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Pertanian (Faperta) di Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Keputusan strategis ini menjadi tonggak penting pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Utara sekaligus menegaskan peran aktif Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dalam memperjuangkan kepentingan daerah hingga tingkat nasional.

Persetujuan tersebut merupakan tindak lanjut dari langkah langsung Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang sebelumnya mengajukan permohonan resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Usulan itu disambut cepat oleh Pemerintah Pusat karena dinilai menjawab kebutuhan mendesak Sulawesi Utara, khususnya terkait kekurangan tenaga dokter dan penguatan sektor pertanian.

“Ini bukan sekadar soal membuka fakultas baru, tetapi tentang menjawab kebutuhan fundamental pembangunan daerah,” tegas Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

Pembukaan Fakultas Kedokteran UNIMA diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan tenaga medis di Sulawesi Utara, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan yang selama ini masih mengalami ketimpangan layanan kesehatan.

Sementara Fakultas Pertanian dipandang strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan pertanian modern berbasis riset dan teknologi.

Respons cepat Presiden Prabowo Subianto langsung ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim khusus dari kedua kementerian tersebut telah melakukan verifikasi langsung di UNIMA, mencakup kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, hingga standar akademik sebagai syarat pendirian fakultas baru.

Puncak dari rangkaian proses tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan UNIMA yang berlangsung di Wisma Negara, Manado, Jumat (12/12/2025).

Penandatanganan ini menjadi simbol sinergi kuat antara Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan UNIMA sebagai perguruan tinggi berstandar nasional.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Khairul Munadi, juga telah melakukan kunjungan kerja ke Manado pada 9 Desember 2025 guna memberikan pendampingan teknis terkait pembentukan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian UNIMA.

Langkah tersebut mempertegas keseriusan Pemerintah Pusat dalam mengawal proses pendirian dua fakultas strategis ini.

Rektor UNIMA, Prof. Joseph Philip Kambey, menyatakan optimisme bahwa izin operasional Fakultas Kedokteran dapat terbit pada Mei 2026. Jika sesuai rencana, penerimaan mahasiswa baru FK UNIMA akan dibuka pada tahun akademik berikutnya.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengungkapkan, dalam surat yang ia sampaikan kepada Presiden dan Mendikti, terdapat dua alasan utama pengajuan pembukaan fakultas tersebut.
Pertama, UNIMA memiliki aset lahan yang luas dan sangat potensial untuk pengembangan Fakultas Pertanian modern. Kedua, kebutuhan tenaga dokter di Sulawesi Utara masih sangat tinggi dan memerlukan solusi berkelanjutan.

“Presiden merespons sangat cepat. Instruksi beliau langsung ditindaklanjuti oleh kementerian terkait,” ungkap Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

Atas perhatian tersebut, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI. Ia menilai gerak cepat Pemerintah Pusat sebagai bentuk nyata dukungan terhadap percepatan pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Utara.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus didampingi Rektor UNIMA, Sekretaris Provinsi Sulut Tahlis Gallang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala, serta Pelaksana Harian Kepala Dinas Kominfo Sulut.

Kehadiran Fakultas Kedokteran UNIMA diharapkan melahirkan tenaga medis lokal yang siap mengabdi di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Dengan kolaborasi solid antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan UNIMA, Sulawesi Utara kini berada di jalur percepatan pembangunan sumber daya manusia—sebuah lompatan besar menuju daerah yang lebih mandiri, sehat, dan kompetitif. (vln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.