Muswil PKB Sulut, Pesan Toleransi Menggema dari Manado, Ini Pesan Gubernur Sulut Yulius Selvanus

oleh -1184 Dilihat
oleh

MANADONETCOM— Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara yang digelar di Swiss-Belhotel Manado, Sabtu (13/12/2025) siang,

menghadirkan pemandangan yang tak biasa dalam agenda partai politik. Pembukaan Muswil diawali dengan doa Kristen yang dipimpin oleh Pendeta Renata Ticonuwu, menjadi simbol kuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai.

Momen tersebut sontak menciptakan suasana khidmat sekaligus hangat. Bagi sebagian peserta, terutama kader PKB dari wilayah dengan mayoritas Nasrani, peristiwa ini menjadi pengalaman yang menyentuh dan penuh makna.

Doa lintas iman dalam forum resmi partai politik dinilai sebagai cerminan nyata wajah demokrasi yang inklusif di Sulawesi Utara.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulut, Yusra Alhabsyi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerukunan di Sulawesi Utara bukan sekadar jargon, melainkan nilai hidup yang telah mengakar dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat.

“Kerukunan di daerah ini adalah kekuatan. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dirawat dan dijadikan fondasi membangun daerah,” ujar Yusra di hadapan peserta Muswil.

Dalam kesempatan tersebut, Yusra juga menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada umat Nasrani. Ucapan itu disambut tepuk tangan panjang dari seluruh peserta Muswil, menandai suasana kebersamaan yang cair dan penuh penghargaan.

Muswil PKB Sulut tahun ini berlangsung bertepatan dengan masa Adven, yang oleh sejumlah peserta dimaknai sebagai momentum refleksi nilai-nilai kebangsaan. Pesan Natal tentang kasih, perdamaian, dan persaudaraan dinilai sejalan dengan semangat politik kebangsaan yang diusung PKB.

Komitmen menjadikan perbedaan sebagai kekuatan kembali ditegaskan dalam forum tersebut. PKB Sulut menilai bahwa politik yang sehat harus berakar pada nilai persatuan, bukan memperuncing sekat identitas.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB serta pimpinan partai-partai Koalisi Merah Putih, semakin memperkuat pesan harmoni lintas partai dan lintas iman yang ingin disampaikan melalui Muswil ini.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengapresiasi langkah PKB Sulut yang dinilainya mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi persatuan dan saling menghormati.

“Berharap nilai-nilai tersebut terus dijaga dalam kehidupan politik dan pemerintahan,” kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

Sejumlah kader PKB, termasuk dari Minahasa, mengaku terharu dengan suasana Muswil yang inklusif dan penuh kekeluargaan. Mereka merasa dihargai dan diakui sebagai bagian utuh dari keluarga besar partai.

Selain membahas agenda strategis organisasi, Muswil PKB Sulut juga diwarnai interaksi akrab antar kader lintas daerah, menciptakan ruang kebersamaan yang jarang ditemui dalam forum politik formal.

Dengan suasana tersebut, Muswil PKB Sulut tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga pernyataan nyata bahwa toleransi dan kerukunan hidup telah menjadi nafas politik di Sulawesi Utara.(vln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.