MANADONET.COM – Kinerja Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tetey-Dimembe, Ignatius Andri Buanglera dikecam.
Ignatius dinilai arogan lantaran menghentikan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa penerima manfaat di wilayah Tetey-Dimembe.
Tokoh masyarakat Minahasa Utara (Minut) Herman Sompie yang juga mantan Birokrat Sulut mendesak agar Kepala SPPG Tetey-Dimembe dicopot dari jabatannya.
“Kepala SPPG Tetey-Dimembe telah menciderai program Presiden Prabowo karena memberhentikan penyaluran MBG tanpa alasan yang jelas,” tegas Sompie.
Dia menjelaskan, surat pemberhentian penyaluran MBG kepada siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah berdampak negatif terhadap realisasi program Prabowo di Sulawesi Utara terlebih khusus Kabupaten Minut.
“Apalagi pemberhentian MBG dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami mendesak agar Kepala SPPG Tetey-Dimembe diganti karena telah menciderai program unggulan Presiden Prabowo,” ujar Sompie yang juga mantan Asisten III Pemkab Minut.
Sekadar diketahui, Kepala SPPG Tetey-Dimembe Ignatius Buanglera dalam surat tertanggal 25 Januari 2025 yang ditujukan kepada siswa penerima manfaat, menyebutkan bahwa penyaluran MBG akan dihentikan sementara mulai Senin, 26 Januari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Pemberhentian sementara penyaluran MBG dalam rangka agenda evaluasi internal perbaikan sistem kerja serta peningkatan kualitas distribusi dan standar pelayanan kepada penerima manfaat,” jelas Ignatius, dikutip dari surat pemberitahuan pemberhentian sementara pelayanan SPPG Tetey-Dimembe.
Sementara itu, sejumlah orang tua siswa penerima manfaat menyesalkan penghentian sementara MBG.
Pasalnya, program ini sangat baik dan telah sangat membantu siswa.
“Selama ini kami belum pernah mendengar ada komplain secara resmi dari sekolah atau orang tua murid terkait penyaluran MBG. Sehingga kami merasa heran dan janggal munculnya kebijakan penghentian sementara MBG,” sesal para orang tua siswa.
Terpisah, Oltje Wullur selaku dapur mitra SPPG Tetey-Dimembe mengungkapkan pihaknya masih tetap menyalurkan MBG hingga Senin, 26 Januari.
Sebelumnya, kasus penghentian penyaluran MBG baru-baru ini juga terjadi di Lampung hanya karena ada kritikan dari orang tua murid terkait menu makanan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang sangat menyayangkan sikap salah seorang Kepala SPPG yang menyetop pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) siswa karena orang tuanya mengkritik menu yang diberikan.
Nanik menilai sikap SPPG tersebut arogan. “Masukan dari penerima manfaat seharusnya didengarkan demi perbaikan pelaksanaan program MBG bukan malah menghentikan penyaluran,” pungkas Nanik. (kit)









