MANADONET.COM- Rentetan aksi dugaan pembobolan dan dugaan pembakaran mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sejumlah wilayah Kota Manado hingga kini, 29 Januari 2026 belum berhasil diungkap pihak Polresta Manado.
Butuh kolaborasi antara Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam Polresta Manado dalam mengungkap kasus tersebut. Ini pun menjadi ujian dan tugas berat bagi Polresta Manado.
Diketahui, sedikitnya tiga kasus serupa terjadi dalam beberapa bulan terakhir, namun identitas pelaku masih misterius, memicu keresahan di tengah masyarakat.
Kasus pertama terjadi pada Kamis, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 08.30 WITA, di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea. Mesin ATM milik Bank BNI disatroni pelaku tak dikenal.
Namun, hingga berbulan-bulan berselang, belum ada satu pun tersangka yang berhasil diamankan dalam kasus tersebut.
Kasus kedua kembali terjadi pada Senin, 6 Oktober 2025, di Jalan Sea, Kecamatan Malalayang. Mesin ATM BNI lagi-lagi menjadi sasaran pembobolan. Hasilnya masih nihil.
Sementara itu, terbaru, kejadian ketiga terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WITA, di Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang. Sebuah mesin ATM milik Bank BRI dilaporkan terbakar, diduga akibat upaya pembobolan. Aparat kembali melakukan olah TKP, namun pelaku kembali lolos dari jerat hukum.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melalui Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto ketika dihubungi membenarkan belum terungkapnya para pelaku.
“Untuk perkembangannya masih dilakukan penyelidikan oleh tim Resmob Polresta Manado,” tutup Kasat. (valentino)







