Ini Besaran THR ASN, TNI, dan Polri Tahun 2026

oleh -2214 Dilihat
oleh
Ilustrasi THR. (Istimewa)

MANADONET.COM- Kabar gembira bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri. Pemerintah memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 akan cair dengan nilai lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran THR ASN 2026 sebesar Rp55 triliun. Angka tersebut naik 10,22 persen dibandingkan alokasi tahun 2025 yang sebesar Rp49 triliun.

Kenaikan signifikan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menjaga daya beli aparatur negara sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional.

Pencairan THR 2026 ditargetkan berlangsung pada awal Ramadhan. Meski tanggal pastinya belum diumumkan, pemerintah memastikan penyaluran dilakukan di awal bulan puasa.

“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta.

Besaran THR yang diterima ASN akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun hingga kini pemerintah belum merinci nominal pasti yang akan diterima masing-masing pegawai.

Pemberian THR di awal puasa bukan tanpa alasan. Pemerintah menargetkan kebijakan ini mampu mendorong konsumsi masyarakat pada kuartal I 2026.

Selain itu, pencairan lebih awal juga diharapkan dapat memecah kepadatan arus mudik Lebaran dengan mendorong masyarakat merencanakan perjalanan lebih dini.

Total proyeksi belanja pemerintah pada kuartal I-2026 mencapai Rp809 triliun, termasuk anggaran THR ASN, TNI, dan Polri. Tingginya serapan belanja awal tahun diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi domestik.

Tak hanya THR, pemerintah juga mengalokasikan berbagai program strategis, antara lain, Percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, Rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp6 triliun dan Paket stimulus ekonomi Rp13 triliun

Di sisi investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp90 triliun, serta pembangunan 190 ribu unit rumah (komersial, subsidi, dan BSPS) dengan total Rp20 triliun.

Tak ketinggalan, proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun akan segera memasuki tahap groundbreaking. Total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.

Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 bisa berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen.

“Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” tegasnya.

Jika target tersebut tercapai, Indonesia dinilai berhasil keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen yang selama ini membayangi.

Momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, ditambah kebijakan Work From Anywhere (WFA), diyakini akan memperkuat konsumsi rumah tangga.

Dengan gelontoran anggaran jumbo di awal tahun, pemerintah berharap roda ekonomi terus berputar kencang dan menjaga tren pertumbuhan tetap berkelanjutan hingga akhir 2026. (rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.