Buka Puasa Lintas Iman di Pineleng Dua, Wanita Katolik dan Jamaah Masjid Perkuat Toleransi

oleh -902 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Suasana hangat penuh persaudaraan mewarnai kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama lintas iman di Masjid Almustaqim Pineleng Dua, Kamis (5/3/2025) sore.

Sekitar pukul 17.15 WITA, rombongan ibu-ibu dari Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng memasuki area masjid dan disambut hangat oleh para jamaah. Tak ada sekat di antara mereka. Senyum dan sapaan persaudaraan menjadi pemandangan yang memperlihatkan kuatnya toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut.

Kegiatan ini mempertemukan sejumlah tokoh lintas iman dan masyarakat. Hadir Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng, Ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng Leyly Makarawung, Imam Masjid Almustaqim Sidiq Hamadi, Ketua BTM Al Mustaqim Yudha Benhard, Imam Masjid Ar-Rahma Pineleng Dua, serta Ketua Majelis Taklim sekaligus Ketua Kerukunan Wanita Islam (KWI) Minahasa Dr. Sjerly Lumi.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki menegaskan bahwa kehadiran umat Katolik di masjid bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi wujud nyata merawat persaudaraan di tengah keberagaman.

“Perbedaan iman bukan alasan untuk berjauhan. Justru di situlah kita belajar saling menghargai dan saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh yang hadir untuk terus menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan antarumat beragama.

“Kita diajak menepis perbedaan yang memisahkan dan menguatkan tali persaudaraan dalam kasih. Semoga kebersamaan ini menjadi kesaksian bahwa Pineleng Dua adalah rumah bagi semua, tempat toleransi hidup dan bertumbuh,” tambahnya.

Menjelang azan Magrib, Imam Masjid Almustaqim, Sidiq Hamadi, menyampaikan kultum singkat yang menekankan makna Ramadan sebagai momentum menahan diri, tidak hanya dari lapar dan haus, tetapi juga dari prasangka dan kebencian.

“Ramadan mengajarkan kita menahan diri, bukan hanya dari lapar dan haus, tetapi juga dari prasangka dan kebencian,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan nilai rahmatan lil ‘alamin, yakni rahmat bagi seluruh alam, sehingga silaturahmi lintas iman merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus terus dijaga.

“Jika hari ini kita bisa duduk bersama, berbagi senyum, dan saling menghormati, itulah esensi dari ibadah sosial. Keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Wanita Islam Minahasa, Dr. Sjerly Lumi, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang kuat, khususnya bagi generasi muda agar memahami pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Kebersamaan hari ini mengajarkan kita bahwa dalam keberagaman, kita tetap dapat berjalan berdampingan dengan saling menghargai dan penuh kasih,” ujarnya.

Ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Xaverius Pineleng, Leyly Makarawung, menambahkan bahwa toleransi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin menunjukkan bahwa cinta kasih itu nyata. Hari ini kita tidak hanya berbuka puasa, tetapi juga membuka hati,” katanya.

Saat azan Magrib berkumandang, umat Muslim membatalkan puasa, sementara para tamu lintas iman tetap membersamai dalam suasana akrab. Hidangan sederhana yang tersaji menjadi simbol kebersamaan dan saling percaya di antara mereka.

Di tengah berbagai isu perpecahan yang kerap muncul di ruang publik, masyarakat Pineleng Dua justru memperlihatkan wajah Indonesia yang damai. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa harmoni lahir dari perjumpaan, dialog, serta kemauan untuk saling memahami dalam semangat persaudaraan. (rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.