MANADONET.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putra daerah Sulawesi Utara di kancah internasional. David P. Oliver, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo), berhasil melenggang ke Taiwan untuk berpartisipasi dan berbagi pengalaman inovasi dalam ajang bergengsi, The 4th International Student Leaders Meeting.
Dalam forum dunia tersebut, David membawa ide segar yang mengombinasikan elemen struktural bangunan dengan teknologi energi terbarukan, yang ia namakan Beton Pracetak Panel Surya. Melalui konsep ini, material beton tidak lagi hanya berfungsi konvensional sebagai penyangga beban bangunan, melainkan juga mampu menghasilkan energi listrik secara mandiri.
“Saya membahas energi terbarukan yang dikombinasikan dengan beton pracetak menggunakan panel surya. Jadi, konstruksi bangunan nantinya dapat menghasilkan energi matahari secara mandiri,” ujar David dalam jumpa pers, Kamis (7/5/2026).
Inovasi yang diusung David dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Konsep Beton Pracetak Panel Surya ini sejalan dengan poin ketujuh Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB, yaitu memastikan akses energi yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Selain itu, keikutsertaan David dalam ajang ini juga berkaitan erat dengan UI GreenMetric—sebuah sistem pemeringkatan universitas dunia yang menilai komitmen institusi terhadap pengelolaan lingkungan. Melalui inovasi ini, David secara langsung mendukung pilar penilaian utama, khususnya pada kategori Energi dan Perubahan Iklim (Energy and Climate Change) serta Pendidikan dan Riset (Education and Research).
Langkah David menuju Taiwan tidak didapatkan dengan mudah. Ia harus melewati proses seleksi ketat dan bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas top, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Bagi David, kesempatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa pendidikan vokasi, seperti Politeknik Negeri Manado, memiliki kualitas dan daya saing yang setara dengan kampus-kampus ternama di dunia.
“Saya merasa bangga karena kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai negara dan kampus top di Indonesia. Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pembuktian daya Saing kita di level global,” tutur David dengan nada optimis.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sulawesi Utara dan seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan berani tampil menunjukkan gigi di panggung internasional.








