MANADONET.COM- Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai Opening Ceremony Family Gathering Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado ke-6 yang digelar di Paroki Santo Petrus Rasul Warembungan, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan tahunan yang mempertemukan para penggiat media gereja dari berbagai paroki ini dinilai menjadi momentum penting dalam membangkitkan pelayanan komunikasi sosial di tingkat paroki.
Pastor Paroki Santo Petrus Rasul Warembungan, Pastor Windy Tangkuman Pr, mengungkapkan optimismenya terhadap dampak besar kegiatan tersebut bagi perkembangan Komsos di lingkungan gereja.
Dalam sambutannya, Pastor Windy mengenang pengalamannya saat bertugas di Paroki Santo Antonius Padua Tara-Tara pada pelaksanaan Family Gathering Komsos ke-4. Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil menghidupkan pelayanan Komsos yang sebelumnya kurang aktif.
“Saya mengalami sendiri dampaknya luar biasa. Dari yang tidak aktif, akhirnya setelah ada kegiatan ini mereka menjadi sangat aktif,” ujar Pastor Windy.
Semangat serupa kini dibawa ke Paroki Warembungan. Saat diminta oleh Ketua Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, untuk menjadi tuan rumah kegiatan, Pastor Windy langsung menyatakan kesiapan penuh.
“Saya langsung mengatakan kepada Pastor Made dan tim: ‘Gas, maju!’. Di Warembungan juga, setelah saya masuk, Komsos belum hidup. Ketika ditunjuk sebagai tuan rumah, mereka mulai bergerak dan bersemangat. Mudah-mudahan Komsos di sini semakin bercahaya dan hidup,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta.
Menurut Pastor Windy, keberadaan Komsos bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana edukasi bagi umat dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antar-elemen paroki agar pelayanan gereja semakin efektif di era digital saat ini.
Salah satu agenda penting dalam Family Gathering Komsos Keuskupan Manado adalah mendorong para penggiat media gereja turun langsung ke wilayah-wilayah rohani untuk memberikan edukasi kepada umat awam terkait penggunaan media sosial dan pelayanan komunikasi gereja.
“Apa yang kadang kita pikir tidak mungkin, menjadi mungkin karena ada komunikasi dan koordinasi. Luar biasa tim yang solid ini, meskipun persiapan hanya sekitar satu bulan,” tegasnya.
Ketua Panitia, Jimmy Senduk, melaporkan bahwa kegiatan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado ke-6 diikuti 181 peserta dari 37 paroki se-Keuskupan Manado. Jumlah tersebut diperkirakan masih terus bertambah.
“Peserta terjauh datang dari kepulauan, yakni dari Sangihe, Tahuna. Ini menunjukkan kerinduan yang besar untuk berkumpul dan berbagi pengalaman,” ungkap Jimmy.
Keunikan kegiatan ini terlihat dari konsep penginapan peserta yang tidak menggunakan hotel atau penginapan komersial. Seluruh peserta justru menginap di rumah-rumah umat di wilayah Paroki Warembungan selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
Konsep tersebut dinilai mampu mempererat rasa persaudaraan sekaligus melibatkan seluruh umat paroki dalam mendukung suksesnya acara.
“Selamat datang kepada para peserta, semoga kegiatan ini berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh Dewan Pastoral Paroki dan umat yang telah men-support penuh kegiatan bersama ini,” tambah Jimmy.
Pembukaan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado ke-6 turut dihadiri Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Romo Noegroho Agoeng Pr, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, Plh Hukum Tua Desa Warembungan, Kapolsek Pineleng, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan membawa pengalaman dan semangat pelayanan dari Warembungan untuk terus mewartakan kabar baik melalui media komunikasi di paroki dan wilayah pelayanan masing-masing. (***)
Valentino Warouw








