Siap Cetak Lulusan Tersertifikasi, 24 Dosen Polimdo Ikuti Pelatihan Asesor Konstruksi

oleh -909 Dilihat

MANADONET.COM – Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) VI Makassar bekerja sama dengan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) resmi menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Bidang Konstruksi. Kegiatan strategis ini berlangsung selama lima hari, yakni pada 18–22 Mei 2026, bertempat di Hotel Ibis Manado City Center Boulevard.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan vokasi. Selain itu, pelatihan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Polimdo agar memiliki daya jangkau dan legalitas yang lebih kuat.

Sebanyak 24 dosen yang berasal dari Jurusan Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin Polimdo ikut serta dalam program ini sebagai calon asesor kompetensi konstruksi. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai metodologi asesmen kompetensi dari instruktur profesional.

Output utama dari pelatihan ini adalah mencetak asesor-asesor baru yang siap melaksanakan uji kompetensi bagi tenaga kerja konstruksi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Sulawesi Utara.

Kepala Seksi Pelaksanaan BJKW VI Makassar, Ahmad Nithas Damopolii, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk sinergi nyata antara institusi pendidikan vokasi dan industri konstruksi.

“Saat ini Polimdo terus memperkuat kesiapan LSP P1 dengan melengkapi sejumlah skema konstruksi yang prosesnya tengah berjalan di LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi),” ujar Ahmad.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Manado, Maryke Alelo, atas dukungan penuh yang diberikan oleh BJKW VI Makassar. Menurut Maryke, kompetensi merupakan harga mati yang harus terus diperjuangkan dalam ranah pendidikan vokasi demi menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan realitas industri (link and match).

“Dosen politeknik dituntut tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang dapat didemonstrasikan secara nyata sebelum mereka melakukan penilaian atau asesmen terhadap mahasiswa,” tegas Maryke.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Kimbron Manik, ikut menyoroti pentingnya peran pendidikan vokasi. Ia menilai kehadiran LSP P1 Polimdo adalah instrumen krusial dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berijazah, tetapi juga tersertifikasi dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Di sisi lain, Ketua Jurusan Teknik Sipil Polimdo, Trio Pendekar Lonan, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama erat yang telah lama terjalin antara Polimdo dan BJKW VI Makassar.

Melalui program sertifikasi ini, Polimdo diharapkan mampu memperkuat performa Tempat Uji Kompetensi (TUK) internal mereka. Dengan demikian, proses sertifikasi bagi mahasiswa lulusan di bidang konstruksi dapat berjalan secara mandiri, efisien, dan masif.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mendongkrak angka tenaga kerja konstruksi tersertifikasi di Indonesia, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam menyokong pembangunan infrastruktur nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.