Lewat Seminar Pariwisata 2026, Polimdo Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Industri MICE

oleh -660 Dilihat
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

MANADONET.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Jurusan Pariwisata sukses menyelenggarakan Seminar Pariwisata 2026 yang mengusung tema “Beyond Events: Creating Sustainable Tourism Impact Through MICE”. Kegiatan yang berfokus pada masa depan industri pariwisata berkelanjutan ini dilaksanakan di Auditorium Prof. Rudy Tenda, Rabu (10/06/2026).

Seminar ini digelar sebagai wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperluas cakrawala berpikir mengenai pentingnya sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dalam roda pembangunan pariwisata masa kini.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., serta turut dihadiri oleh jajaran dosen dan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Polimdo.

Dalam sambutannya, Rudolf Mait menggarisbawahi bahwa tolok ukur kesuksesan pengembangan sektor pariwisata saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata.

“Pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Rudolf.

Rudolf juga menambahkan bahwa sebagai calon sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, mahasiswa wajib dibekali dengan pemahaman komprehensif, khususnya mengenai potensi masif yang ditawarkan oleh industri MICE dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata, birokrasi, dan pendidikan vokasi.

Erik Rumangkay, A.ST.Par., memaparkan bagaimana industri MICE mampu membawa multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian lokal. Menurutnya, MICE tidak hanya mendatangkan perputaran uang dari peserta event dalam jumlah besar, melainkan juga mengoptimalkan sektor akomodasi, transportasi, hingga UMKM lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther Mamangkey, SE., MM., menyoroti pentingnya kreativitas dalam mengelola destinasi. Menurut Esther, aspek kemudahan perizinan, jaminan keamanan, pelayanan prima, serta penerapan konsep ramah lingkungan (green tourism) adalah modal utama daerah untuk bersaing di kancah global.

“Pariwisata berkelanjutan merupakan investasi jangka panjang. Manfaatnya harus bisa dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tegas Esther.

Sesi seminar ditutup dengan pemaparan dari Prof. Abdullah Helmy, Ph.D., pakar pendidikan pariwisata sekaligus Penasihat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Prof. Abdullah menekankan krusialnya hubungan link and match antara institusi pendidikan vokasi dan dunia industri. Ia membagikan berbagai model kemitraan sukses yang diakui secara nasional dan internasional yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas lulusan pariwisata.

Melalui gelaran Seminar Pariwisata 2026 ini, Politeknik Negeri Manado berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga inovatif dan siap menjadi motor penggerak pariwisata berkelanjutan, baik di Sulawesi Utara maupun di kancah nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.