MANADONET.COM- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bertempat di Desa Tarabitan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (17/7), PLN melaksanakan Program Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Spirulina sebagai Ketahanan Pangan Lokal dalam Mendukung Electrifying Agriculture.
Program ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Spirulina dipilih sebagai komoditas unggulan karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, bernilai ekonomi, serta berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di sisi lain, penerapan konsep Electrifying Agriculture diharapkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya melalui pemanfaatan energi listrik yang andal, efisien, dan ramah lingkungan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa program TJSL berorientasi pada penciptaan Creating Shared Value (CSV) yang mampu mengintegrasikan kebutuhan energi modern dengan kemandirian masyarakat.
“PLN tidak hanya hadir untuk menerangi, tetapi juga untuk menjadi penggerak roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program Electrifying Agriculture, kami ingin membuktikan bahwa pemanfaatan energi listrik yang andal dan modern mampu mentransformasi sektor komoditas lokal seperti spirulina agar memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi,” ungkap Usman.
“Kami berharap Desa Tarabitan dapat menjadi contoh sukses bagaimana keterpaduan teknologi tepat guna berbasis listrik dan inovasi kemasyarakatan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” tambah Usman.
Sejalan dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa eksekusi program di lapangan difokuskan pada keberlanjutan dan penguatan kapasitas kelompok pemelihara.
“PLN berkomitmen menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan. Pengembangan budidaya dan pengolahan spirulina ini merupakan langkah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Tarabitan,” tutur Revi.
“Dengan dukungan pemanfaatan listrik melalui program Electrifying Agriculture, kami berharap proses budidaya menjadi lebih efisien, produktif, dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi. Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” lanjut Revi.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, S.Sos., M.Si., mengapresiasi langkah PLN yang terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelaksanaan program TJSL yang mendukung pengembangan budidaya dan pengolahan spirulina di Desa Tarabitan. Program ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru,” ungkap Umbase.
Melalui program ini, PLN turut mendorong peningkatan kapasitas Kelompok Spirulina Farm dalam aspek teknis budidaya, pengolahan hasil, hingga strategi pemasaran produk agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat peran BUMDes dalam pengembangan ekonomi desa.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan kemitraan strategis untuk pembangunan.
Ke depan, PLN UID Suluttenggo melalui UP3 Manado berharap program pengembangan budidaya dan pengolahan spirulina ini dapat terus berkembang menjadi pioneer pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis energi bersih dan inovasi teknologi ramah lingkungan. (***)
Valentino







