MANADONET.COM- PT PLN (Persero) terus melakukan berbagai langkah penguatan sistem kelistrikan di Kota Palu dan sekitarnya seiring dengan kondisi pasokan listrik pada sistem interkoneksi Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang masih menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca dan keterbatasan pasokan pembangkit hidro.
Sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan memberikan pemahaman mengenai kondisi kelistrikan terkini, PLN UP3 Palu menerima kunjungan dan berdialog dengan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) di Kantor PLN UP3 Palu. Kunjungan tersebut diterima oleh PLH Manager UP3 Palu I Made Agus Adi Mertha bersama jajaran Asisten Manager.
Dalam kesempatan tersebut, PLN menjelaskan kondisi sistem kelistrikan, faktor yang mempengaruhi pasokan, serta berbagai langkah yang tengah dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
“Dalam beberapa waktu terakhir, sistem kelistrikan Sulbagsel mengalami penurunan kapasitas pembangkit hidro yang turut berdampak pada ketersediaan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu dan sekitarnya. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air sebagai sumber energi primer pembangkit hidro” Tutur I Made Agus Adi Mertha.
Saat ini, pengoperasian PLTA Poso masih dilakukan secara terbatas pada kisaran 90–100 MW dari total kapasitas terpasang 515 MW. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik pada sistem interkoneksi Sulbagsel.
Di kesempatan terpisah, Noven Koropit, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Suluttenggo, menyampaikan bahwa PLN terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat sistem kelistrikan dan meminimalkan dampak kondisi pasokan terhadap pelanggan.
“Penambahan kapasitas pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, serta penguatan energi primer menjadi bagian dari upaya kami untuk memperbaiki kondisi sistem secara bertahap,” ujarnya.
Untuk menjaga keseimbangan sistem dan meningkatkan keandalan pasokan, PLN melakukan sejumlah langkah, antara lain melalui pengoperasian PLTD baru di Ladumpi yang telah memberikan tambahan daya sekitar 6 MW, serta penguatan ketersediaan energi primer untuk pembangkit PLTD agar dapat beroperasi secara lebih optimal hingga 24 jam. Langkah tersebut turut membantu mengurangi durasi pengaturan beban yang dirasakan pelanggan dibandingkan kondisi sebelumnya.
PLN juga terus melakukan upaya peningkatan pasokan melalui peningkatan daya pada PLTU Jeneponto, sebagai bagian dari strategi penguatan pasokan pada sistem interkoneksi Sulbagsel.
Dalam rangka mendukung penguatan ketahanan energi dan pemanfaatan energi baru terbarukan, PLN juga membuka ruang bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Setiap pengembangan dan pemanfaatan PLTS tentunya perlu dilakukan dengan memperhatikan ketentuan teknis, standar keselamatan, serta peraturan dan regulasi yang berlaku, sehingga dapat mendukung keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
“PLN terbuka terhadap kolaborasi dan partisipasi berbagai pihak dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk PLTS. Tentunya seluruh proses harus mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku agar dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat dan sistem kelistrikan,” tambah Noven.
PLN menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan atas pengertian serta dukungan yang diberikan selama proses penguatan sistem berlangsung.
PLN terus berkomitmen menjaga dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan melalui optimalisasi pembangkit yang tersedia, penambahan pasokan, penguatan energi primer, serta pengembangan sumber energi baru terbarukan, sehingga kondisi sistem semakin kuat dan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat berlangsung secara optimal. (***)
Valentino









