MANADONET.COM – Rentetan kasus dugaan pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di wilayah hukum Polresta Manado hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Sedikitnya lima kasus serupa terjadi sejak Agustus 2025 hingga September 2026, namun identitas dan keberadaan para pelaku belum berhasil diungkap aparat Polresta Manado.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih karena aksi menyasar mesin ATM milik sejumlah perbankan dan terjadi di lokasi berbeda. Kasus-kasus tersebut juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kasus pertama terjadi pada Kamis, 7 Agustus 2025 sekitar pukul 08.30 WITA, di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea. Mesin ATM milik Bank BNI menjadi sasaran aksi oleh orang tak dikenal.
Meski penyelidikan dilakukan, hingga beberapa bulan berlalu belum ada tersangka yang diamankan dalam kasus tersebut.
Aksi serupa kembali terjadi pada Senin, 6 Oktober 2025, di kawasan Jalan Sea, Kecamatan Malalayang. Kali ini, mesin ATM BNI kembali menjadi sasaran. Namun, pelaku juga belum berhasil ditangkap.
Belum terungkapnya dua kasus tersebut kembali diikuti kejadian ketiga. Pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 05.00 WITA, sebuah mesin ATM Bank BRI di Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, dilaporkan terbakar dan diduga berkaitan dengan upaya pembobolan.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, hingga kini identitas pelaku dalam kasus tersebut juga belum diketahui secara pasti.
Kasus keempat terjadi di Galeri ATM City Extra, Desa Kalasey 1, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 02.44 WITA. Aksi dugaan pembobolan kembali menyasar fasilitas ATM.
Belum selesai dengan kasus-kasus sebelumnya, aksi serupa kembali terjadi. ATM Bank SulutGo di kawasan Jalan Babe Palar, Manado, sekitar lampu merah, dilaporkan dibobol orang tak dikenal beberapa hari lalu.
Dengan kejadian tersebut, sedikitnya lima kasus dugaan pembobolan ATM tercatat terjadi dalam rentang waktu sekitar satu tahun terakhir di wilayah Manado dan sekitarnya.
Namun, sampai saat ini, belum ada pengungkapan terhadap kelima kasus tersebut yang berujung pada penangkapan tersangka.
Polresta Manado di bawah kepemimpinan Kapolresta Kombes Pol Irham Halid masih menghadapi pekerjaan rumah untuk mengungkap rangkaian kasus tersebut. Pengungkapan menjadi penting guna memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab keresahan masyarakat terkait keamanan mesin ATM yang berada di berbagai lokasi.
Rentetan kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai pola aksi para pelaku, kemungkinan keterkaitan antarperistiwa, serta sejauh mana perkembangan penyelidikan masing-masing kasus. Dan kinerja Polresta Manado sendiri perlu dipertanyakan.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melalui Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto ketika dikonfirmasi membenarkan para pelau belum terungkap. “Belum,” singkat Kasat Reskrim, Selasa, 22 September 2026.
Valentino Warouw







