MANADONET.COM- Andriano Tangkilisan yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas oleh oknum di RSJ Ratumbysang Sulawesi Utara (Sulut) masih dalam tahap penyelidikan.
“Masih dalam penyelidikan, Sudah dilakukan otopsi. Untuk hasilnya menunggu hasil lab patologi, anatomi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ayah korban, Ronald Tangkilisan berhadap kiranya kasus ini busa diproses secara transparan oleh pihak Polresta Manado dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
“Kami keluarga berharap pihak Polresta Manado bisa mengungkap kematian anak saya. Jika terbukti ada penganiayaan hingga anak saya meninggal dunia, maka semua pelaku mohon dihukum seberat-beratnya,” harap ayah korban.
Sebelumnya, Ronald Tangkilisan menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Andriano sempat menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis di RSUP Prof. Kandou Manado.
Dari penjelasan dokter, kata Ronald, ditemukan adanya pendarahan pada bagian kepala serta gumpalan darah keras di bagian rusuk korban.
“Dokter di RS Prof. Kandou menjelaskan sambil memperlihatkan hasil scan. Tapi hasil scan tersebut tidak diizinkan untuk saya foto atau ambil,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menambah duka sekaligus keresahan keluarga yang sebelumnya telah mempertanyakan kondisi Andriano setelah menjalani perawatan di RSJ Ratumbuysang.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap Andriano sendiri telah dilaporkan secara resmi ke Polresta Manado oleh ayah korban.
Laporan tersebut dibuat Ronald Tangkilisan dengan meminta aparat kepolisian mengusut secara terang dugaan penganiayaan yang dialami anaknya selama berada di RSJ Ratumbuysang. Laporan itu tercatat dalam STTLP/B/2331/SPKT/POLRESTAMANADO/POLDASULAWESIUTARA. (***)








