MANADONET.COM — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat komitmennya dalam menjembatani pendidikan vokasi dengan dunia industri. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta pelaksanaan campus hiring yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo, Senin (26/10/2026).
Kolaborasi strategis bersama PT Gaya Makmur Tractors ini dirancang untuk mencetak lulusan dengan kompetensi unggul yang siap terjun langsung sesuai kebutuhan riil industri saat ini.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Merson Budiman, menyampaikan bahwa Polimdo memiliki potensi sumber daya mahasiswa yang mumpuni, khususnya dari program studi D-III dan D-IV Teknik Elektro serta bidang Informatika dan Komputer. Potensi ini dinilai sangat ideal untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja profesional di perusahaan.
Dalam pemaparannya, Merson menjelaskan keberhasilan pola pembelajaran inovatif di Polimdo yang memungkinkan mahasiswa mempersiapkan tugas akhir sejak semester awal. Kurikulum ini dirancang agar mahasiswa dapat berkegiatan di dunia industri tanpa terhambat dalam penyelesaian studi.
“Mahasiswa kami sudah mulai mempersiapkan penelitian sejak semester enam. Kemudian, pada semester tujuh mereka dapat mengikuti kegiatan magang di industri sekaligus menerapkan penelitian yang berkaitan dengan bidang keilmuannya. Pada semester delapan, mahasiswa diharapkan tinggal menyelesaikan tahapan akhir, seperti ujian dan publikasi jurnal,” jelas Merson.
Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja nyata sebelum lulus, tetapi pihak industri juga diuntungkan karena dapat mengenali potensi calon tenaga kerja lebih awal.
Merson menegaskan, Polimdo membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk magang di PT Gaya Makmur Tractors maupun mitra industri lainnya mulai semester tujuh. Apabila performa mahasiswa dinilai memuaskan, masa magang dapat diperpanjang hingga semester delapan.
“Pengalaman langsung di lingkungan industri diharapkan mampu membantu mahasiswa mengenali berbagai peralatan kerja, memahami standar operasional, serta beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika kebutuhan perusahaan,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterlibatan sejak dini membuka jalan karir yang lebih pasti bagi para lulusan. “Kalau mahasiswa sudah menjalani magang sejak semester tujuh, mereka memiliki kesempatan untuk belajar langsung di lingkungan industri. Ketika dinilai kompeten, mereka bisa dipertimbangkan untuk langsung direkrut oleh perusahaan,” pungkas Merson.







