MANADONET.COM- Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay (Victory) terus menunjukkan tren positif, khususnya di sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur.
Hal ini ditandai dengan kunjungan dua menteri kabinet ke Manado, masing-masing Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo, pada 12–13 September 2025.
Kedatangan kedua pejabat pusat itu bertepatan dengan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulut pada 23 September mendatang. Tidak sekadar menghadiri agenda seremonial, keduanya membawa program nyata yang diyakini berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dorong Hilirisasi Perkebunan
Mentan Andi Amran menegaskan, pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor perkebunan Sulut. Ia menyebut, bantuan benih dan bibit untuk 41.000 hektare telah disiapkan. Bantuan itu diklaim sebagai yang terbesar sejak Indonesia merdeka.
“Khusus untuk pala, kami siapkan 15.000 hektare karena komoditas ini punya nilai tinggi di pasar global. Di Sulut harga pala Rp70 ribu per kilogram, sementara di luar negeri bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu,” kata Amran.
Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar perkebunan Sulut, seperti kelapa, pala, kopi, dan kakao, dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat. “Jika perkebunan ini dikapitalisasi dari hulu hingga hilir, maka lapangan kerja baru akan tercipta, dan cerita pengangguran bisa kita akhiri,” ujarnya.
Infrastruktur Jalan Strategis
Sehari kemudian, Menteri PU Doddy Hanggodo bersama Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar meninjau pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) III tahap 4. Pembangunan jalan lingkar tersebut ditargetkan memperlancar arus lalu lintas menuju dan keluar Kota Manado serta menghubungkan kawasan strategis, seperti Bandara Sam Ratulangi dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.
“Jika tuntas, MORR akan terkoneksi dengan jalan nasional lainnya dan memberi dampak nyata bagi mobilitas serta efisiensi biaya transportasi,” kata Roy.
Selain MORR, Kementerian PU juga mendukung usulan Inpres Jalan Daerah (IJD) di kawasan KEK Bitung yang telah masuk Daftar Paket Prioritas 2025. Proyek sepanjang 1 kilometer itu diperkirakan menelan biaya Rp51,1 miliar.
Sinergi Pusat dan Daerah
Kunjungan dua menteri ini memperlihatkan adanya perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan di Sulut. Bagi pemerintah provinsi, momentum tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan YSK–Mailangkay mampu menjalin komunikasi efektif dengan pusat.
Program pertanian berskala besar dan percepatan pembangunan infrastruktur dinilai sebagai “kado berharga” bagi masyarakat Sulut menjelang hari jadi ke-61 provinsi tersebut. (vln)









