MANADONET.COM- Arus wisatawan mancanegara (wisman) yang mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, pintu gerbang utama pariwisata Sulawesi Utara ini mencatat pertumbuhan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Data resmi mencatat jumlah penumpang internasional tahun 2025 mencapai 268.063 orang, naik sekitar 19 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 226.001 penumpang. Tak hanya itu, pergerakan pesawat internasional juga melonjak tajam hingga 48 persen, dari 1.714 penerbangan pada 2024 menjadi 2.539 penerbangan di 2025.
Lonjakan paling mencolok datang dari wisatawan asal China. Berdasarkan data imigrasi, jumlah kunjungan dari Negeri Tirai Bambu meningkat 9.013 orang atau naik 29,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan China sebagai penyumbang wisman terbesar ke Manado.
Tak kalah signifikan, wisatawan asal Korea Selatan juga menunjukkan pertumbuhan eksplosif sejak dibukanya rute langsung dari Incheon ke Manado pada Oktober 2025. Jika pada 2024 jumlahnya hanya 281 orang, maka pada 2025 melonjak drastis hingga 4.830 orang. Rata-rata 60 hingga 100 penumpang Korea Selatan tiba setiap harinya, menandakan tingginya antusiasme pasar tersebut.
Konektivitas internasional Bandara Sam Ratulangi kini diperkuat dengan rute dari sejumlah kota strategis seperti Shenzhen, Fuzhou, dan Guangzhou (China), Incheon dan Jeju (Korea Selatan), Singapura, serta Taiwan. Kehadiran rute-rute ini memperluas akses wisatawan mancanegara ke destinasi unggulan di Manado dan sekitarnya.
Salah satu magnet utama adalah Taman Nasional Bunaken yang telah lama mendunia sebagai surga wisata bawah laut. Keindahan bahari, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri di luar destinasi arus utama seperti Bali.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado menyatakan tren kunjungan internasional, khususnya dari China dan Korea Selatan, mengalami pertumbuhan sangat positif.
“Kami melihat pembukaan rute langsung internasional telah memperluas aksesibilitas ke Manado, mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Bandara Sam Ratulangi terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas untuk menyambut lebih banyak wisatawan,” ujarnya.
Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada trafik bandara, tetapi juga menggerakkan sektor akomodasi, restoran, kerajinan lokal, hingga layanan tur. Dengan tren yang terus menanjak, Manado kian diperhitungkan sebagai destinasi wisata internasional unggulan, melengkapi Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia di mata dunia. (rds)








