MANADONET.COM- Gubernur Sulawesi Utara memaparkan berbagai capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang tahun 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Sulut yang digelar Rabu (25/3/2026). Laporan tersebut menyoroti kinerja lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga pariwisata, dengan penekanan pada tata kelola keuangan yang akuntabel dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam penyampaiannya, Gubernur menegaskan bahwa laporan keuangan dalam LKPJ 2025 masih bersifat unaudited dan saat ini tengah menjalani proses audit. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap berkomitmen menjaga kualitas pengelolaan keuangan untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Ini merupakan standar minimal sekaligus bentuk moralitas birokrasi dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, pemerintah mencatat transformasi signifikan melalui penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terhubung dengan dunia industri. Salah satu langkah strategis adalah pembangunan SMK Taruna Nusantara di Langowan, disertai revitalisasi 50 sekolah dan peningkatan program beasiswa bagi siswa berprestasi maupun kurang mampu.
Pada sektor kesehatan, upaya penurunan angka stunting menjadi fokus utama melalui intervensi spesifik dan sensitif. Pemerintah juga memperluas akses layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil dengan penyediaan tenaga medis serta distribusi obat-obatan.
Sementara itu, di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan irigasi terus dipercepat guna meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung produktivitas sektor pertanian. Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) juga terus digalakkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam aspek ketenteraman dan ketertiban umum, pemerintah bersama aparat terkait berhasil menjaga stabilitas daerah, termasuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana melalui penguatan kapasitas personel dan penyediaan peralatan penyelamatan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan melalui program pemberdayaan sosial, bantuan korban bencana, serta perlindungan bagi penyandang disabilitas.
Di sektor non-pelayanan dasar, Pemerintah Provinsi mencatat capaian dalam menjaga ketahanan pangan melalui gerakan pangan murah di 190 titik, optimalisasi lahan padi seluas 2.000 hektare, serta program “tanam apa yang dimakan”.
Pada sektor lingkungan hidup, pemerintah mendorong pembangunan berbasis ekonomi hijau melalui pengelolaan limbah dan program konservasi. Sementara itu, di bidang ketenagakerjaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja terus dilakukan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memperkuat daya saing di sektor industri dan jasa.
Gubernur juga menegaskan komitmen menjadikan Sulawesi Utara sebagai hub logistik internasional di kawasan timur Indonesia melalui penguatan sektor perhubungan.
Di sektor kepemudaan dan olahraga, berbagai program dijalankan untuk mencetak generasi muda yang kompetitif, termasuk pengembangan fasilitas olahraga dan sport tourism. Pariwisata juga menjadi sektor unggulan dengan langkah revitalisasi destinasi serta pembukaan rute penerbangan internasional baru guna menarik wisatawan mancanegara.
Sektor kelautan dan perikanan turut diperkuat melalui peningkatan sarana bagi nelayan dan dorongan ekspor produk perikanan. Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan difokuskan pada pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa dan cengkih melalui hilirisasi.
Salah satu capaian penting lainnya adalah penyediaan listrik 24 jam di sejumlah wilayah kepulauan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi juga melaksanakan berbagai program tugas pembantuan dari pemerintah pusat di bidang pendidikan, irigasi, pertanian, dan perikanan dengan menekankan sinergi lintas pemerintahan.
Gubernur mengungkapkan bahwa berbagai rekomendasi DPRD tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti, termasuk peningkatan kapasitas aparatur sipil negara, penataan aset daerah, serta evaluasi program strategis.
“Rekomendasi DPRD menjadi kompas bagi kami untuk tetap berada pada jalur yang benar dalam penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dan aspirasi masyarakat yang belum sepenuhnya terjawab. Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja dengan disiplin, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat.
Sidang paripurna ditutup dengan apresiasi Gubernur kepada DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan dan kerja sama sepanjang tahun 2025. (***)
valentino warouw









