Renungan Harian Keluarga 27 Maret 2026: Ia Harus Dihukum Mati

oleh -1382 Dilihat
oleh
Renungan Harian Keluarga 27 Maret 2026: Ia Harus Dihukum Mati

MANADONET.COM- Renungan Harian Keluarga (RHK) Jumat, 27 Maret 2026, mengangkat bacaan Injil Matius 26:65–66, dengan judul RHK Ia Harus Dihukum Mati.

Dalam perenungan ini, umat diajak untuk memahami bagaimana ketidakadilan dan keputusan yang dipenuhi emosi serta kepentingan pribadi dapat membawa pada vonis yang keliru.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Di Mahkamah Agama, Yesus Kristus diserang dengan berbagai tuduhan, meski tidak satupun kesalahan ditemukan. Mereka begitu ngotot sebab sebelum peradilan itu digelar, Mahkamah Agama telah sepakat, Yesus Kristus harus dihukum mati.

Keputusan tersebut lahir dari kebencian dan dengki karena Yesus Kristus menelanjaangi kemunafikan dan kejahatan mereka. Juga membuat mereka merasa tersaingi. Meskipun Yesus Kristus menggunakan sebutan Anak Manusia untuk menjawab pertanyaan Imam Besar (ayat 64), namun jawaban ini dianggap pengakuan bahwa Dia adalah Mesias.

Orang Yahudi memahami Mesias secara politis, yakni Dia yang akan mengalahkan musuh Israel dengan demikian mereka menemukan alasan membawa Yesus Kristus ke pengadilan Romawi, sebab Dia dianggap memberontak terhadap kekuasaan Romawi.

Jawaban ini juga dianggap menghujat Tuhan Allah. Imam Besar mengoyakkan jubahnya, tanda protes. Lalu ia meminta persetujuan orang banyak untuk hukuman Tuhan Yesus. “Ia harus dihukum mati” demikian mereka berteriak, sepakat.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman Tuhan Allah pada hari ini menunjukkan fakta bahwa agama bisa dipakai untuk melawan kebenaran, ketika berbenturan dengan kepentingan. Bahkan jabatan gereja dapat dijadikan sarana untuk mencapai tujuan walaupun bertentangan dengan iman.

Di tempat kebenaran harusnya ditegakkan seringkali ketidakbenaran malah dipraktikkan. Firman Tuhan Allah mengingatkan, orang percaya tidak boleh terseret dan hanyut dalam keadaan seperti ini.

Sebaliknya, orang percaya dituntut untuk berani mengambil risiko demi mempertahankan iman dan melakukan kebenaran.

Akan tetapi orang percaya harus menyadari bahwa kita dapat menjadi korban ketidakbenaran atas nama agama. Kebenaran dan kebaikan yang berbenturan dengan kepentingan pribadi atau kelompok dapat saja mendatangkan perlawanan dan penekanan yang mengakibatkan penderitaan.
Ingatlah, sebagaimana teladan Yesus Kristus bahwa keadaan seperti ini bukanlah alasan orang percaya berubah taat dan setia. Dia taat dan tunduk pada rancangan Tuhan Allah untuk menyelamatkan manusia.

Orang percaya harus berani mempertahankan kebenaran meski menderita, sebab menderita karena benar itulah yang mendatangkan keselamatan dan berkat. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, tuntunlah kami untuk berani melakukan apa yang benar sekalipun menghadapi atau berada di tengah penderitaan. Dalam nama Yesus Kristus. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.