Family Gathering Komsos Keuskupan Manado 2026 Dibuka Meriah, Uskup Manado Mgr Rolly Untu Disambut Tarian Kabasaran

oleh -452 Dilihat
oleh
Family Gathering Komsos Keuskupan Manado 2026 Dibuka Meriah, Uskup Manado Mgr Rolly Untu Disambut Tarian Kabasaran

MANADONET.COM- Suasana adat dan penuh kekeluargaan mewarnai pembukaan Family Gathering (FG) Komsos se-Keuskupan Manado 2026 di Paroki Santo Petrus Rasul Warembungan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC bersama Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Romo Noegroho Agoeng Pr, disambut meriah dengan tarian adat Kabasaran oleh umat dan panitia pelaksana.

Kedatangan rombongan Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC disambut langsung Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, bersama Pastor Paroki Santo Petrus Rasul Warembungan, Pastor Windy Tangkuman Pr.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pegiat media gereja Katolik di wilayah Keuskupan Manado dalam menghadapi tantangan komunikasi digital yang terus berkembang.

Family Gathering Komsos Keuskupan Manado yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 tersebut dipusatkan di kompleks Gereja Santo Petrus Warembungan dan diikuti utusan paroki dari Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Sulawesi Tengah.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi, kegiatan ini juga menghadirkan pengurus Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pusat.

Ketua Panitia, Jimmy Senduk, mengatakan agenda utama dalam kegiatan ini adalah pendalaman pesan Paus Fransiskus mengenai pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan media digital.

“Peserta akan mengikuti materi pendalaman pesan paus untuk menjaga suara dan wajah manusia, sekaligus melihat peluang dan tantangan pastoral Komsos di tengah perkembangan zaman,” ujar Ketua Panitia Jimmy Senduk

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Petrus Warembungan, RD Alfianus Windy Tangkuman, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas pelayanan komunikasi sosial gereja.

Menurut Pastor Paroki Santo Petrus Warembungan, RD Alfianus Windy Tangkuman, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan etika komunikasi yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan semangat pewartaan gereja.

Salah satu keunikan Family Gathering Komsos tahun ini adalah penerapan konsep live-in, di mana seluruh peserta menginap di rumah umat Katolik setempat. Tradisi ini menjadi ciri khas Paroki Warembungan dalam setiap kegiatan berskala keuskupan.

Wakil Ketua Panitia Ben Lumi, Sekretaris Stenly Ngelo, dan Bendahara Jacky Randang menilai konsep tersebut mampu mempererat rasa persaudaraan antarumat.

Seksi Akomodasi, Axelia Kuntag dan Mercy Sambuaga, menjelaskan bahwa tradisi menerima peserta di rumah umat telah lama dijalankan dalam berbagai kegiatan gereja seperti OMK, Sekami, dan kegiatan pastoral lainnya.

“Ini adalah bagian dari membangun kebersamaan dan persaudaraan sejati di tengah kehidupan menggereja,” Wakil Ketua Panitia Ben Lumi.

Ketua Komsos Paroki Warembungan, Vinno Taroreh, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Minggu Komunikasi Sosial Sedunia.

“Perayaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi pengingat pentingnya komunikasi dalam gereja sekaligus memperkuat kapasitas Komsos paroki untuk misi pewartaan,” kata Ketua Komsos Paroki Warembungan, Vinno Taroreh

Panitia memastikan seluruh persiapan logistik dan konsumsi telah mencapai 100 persen. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, hingga aparat keamanan.

Panitia melalui Ingrid Wongkar dan Claudia Pijoh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune James Esau Ganda, Bank SulutGo, serta Kapolda Sulut Roycke Langie yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat Katolik Warembungan yang terlibat aktif dalam menyukseskan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado 2026.

Melalui pertemuan ini, para peserta diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis bagi pengembangan media gereja yang lebih inklusif, adaptif terhadap teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan semangat pelayanan gereja. (***)

Valentino Warouw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.