Pastor Yohanes I Made Pantyasa: Pewartaan Gereja Kini Bergerak “Dari Altar ke Layar”

oleh -440 Dilihat
oleh
Ketua Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa

MANADONET.COM- Semangat pewartaan digital menggema di Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manado saat menggelar Family Gathering ke-6 di Paroki Santo Petrus Rasul Warembungan, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tahunan yang mempertemukan para pegiat media gereja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran “wartawan gereja” di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

Kegiatan dibuka langsung oleh Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu dan turut dihadiri Romo Agung Nugroho, Pastor Windy Tangkuman, unsur pemerintah setempat hingga jajaran kepolisian.

Ketua Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa, menegaskan bahwa pola pewartaan gereja kini mengalami perubahan besar. Jika dahulu pewartaan dilakukan secara konvensional, kini gereja dituntut hadir di ruang digital.

“Kalau dulu, trennya dari altar ke pasar. Kalau sekarang, dari altar ke layar, karena kita sekarang serba touch screen. Dari jari-jari kita inilah akan muncul karya-karya pewartaan,” ujar Pastor Made disambut antusias peserta.

Pastor Made mengungkapkan, Family Gathering Komsos berawal dari keterbatasan di masa pandemi COVID-19. Saat itu, aktivitas pertemuan besar dibatasi, namun para pegiat komunikasi gereja tetap ingin berkarya dan menghadirkan informasi bagi umat.

Kegiatan perdana digelar secara sederhana di Paroki Santo Antonius de Padua Tataaran dengan jumlah peserta terbatas. Namun dari tahun ke tahun, kegiatan ini terus berkembang dan kini menjadi agenda tahunan yang dinanti para pegiat media gereja se-Keuskupan Manado.

“Kami memulai ini karena rindu. Waktu COVID-19 kita dilarang membuat pertemuan besar, tapi masa kita harus berdiam diri? Sementara kita adalah pegiat Komsos yang mendokumentasi dan mempublikasikan kegiatan gereja,” kenangnya.

Tak hanya menjadi ajang berkumpul, konsep kegiatan pun terus dievaluasi. Jika sebelumnya hanya berlangsung sehari, kini para peserta menjalani konsep live-in dengan menginap di rumah-rumah umat agar tercipta suasana persaudaraan yang lebih erat.

Meski perkembangan Komsos dinilai positif, Pastor Made mengakui masih ada tantangan besar yang harus diselesaikan. Dari total 78 paroki di Keuskupan Manado, baru sekitar 55 paroki yang aktif terhubung dan berkoordinasi dalam jaringan komunikasi gereja.

“Berarti saya masih punya PR kurang lebih 30-an paroki. Spirit logo kita yang melingkupi Pulau Sulawesi menggambarkan bahwa kita semua dirangkul di sini,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta yang hadir tidak hanya pulang membawa pengalaman, tetapi juga semangat baru untuk mengembangkan karya pewartaan di paroki masing-masing.

“Harapannya, setelah pulang, teman-teman membawa sesuatu untuk karya pewartaan di paroki masing-masing. Bukan untuk saya, tapi untuk kemuliaan nama Tuhan,” tegasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber nasional sekaligus diajak berbaur dengan masyarakat Warembungan sebagai wujud komunikasi yang inklusif dan penuh kebersamaan. Kegiatan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado ke-6 ini akan berlangsung hingga Minggu (17/5/2026). (***)

Valentino Warouw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.