MANADONET.COM- Kasus dokter berinisial WW alias William yang diduga mengemudikan mobil Denza seharga Rp900 jutaan yang diduga dalam kondisi mabuk dan mengancam menabrak sekuriti di kawasan Megamas Manado hingga kini masih dalam proses penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka oleh Polresta Manado.
Apakah terkesan lambat penanganannya ? Memasuki hari ke-13 sejak insiden tersebut, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap secara terang kronologi kejadian.
“Masih diambil keterangan saksi-saksi dulu,” singkat Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto saat dikonfirmasi, Kamis (23/10/2026).
Sebelumnya, dokter WW alias William diketahui telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada Sabtu (10/10/2026). Mobil listrik Denza yang diduga digunakan dalam insiden tersebut juga telah berada di Kantor Polresta Manado sebagai barang bukti.
Insiden tersebut terjadi di kawasan Megamas Manado, sehari sebelum dokter tersebut menyerahkan diri. Peristiwa diduga bermula ketika kendaraan yang dikemudikan WW menabrak traffic cone dan rambu larangan di depan kantor pemasaran Megamas.
Seorang sekuriti bernama Risky kemudian menegur pengemudi tersebut. Namun, teguran itu justru berujung pada ketegangan hingga pengemudi diduga mengejar Risky menggunakan mobil.
Risky sebelumnya mengaku melihat langsung kendaraan tersebut menabrak fasilitas lalu lintas. Ia kemudian membuntuti mobil menggunakan sepeda motor hingga berpapasan di sekitar Cafe Mistik.
Risky lalu menghentikan kendaraan dan meminta pengemudi menurunkan kaca. Namun, menurut pengakuannya, pengemudi justru memundurkan kendaraan dan mengarahkannya ke posisi Risky.
“Tiba-tiba dia bilang, ‘Oh, saya tabrak aset, ya?’ Kemudian dia mundurkan mobilnya lalu hendak menabrak saya. Selanjutnya saya lari dan dia mengejar dari belakang memakai mobil,” ungkap Risky saat ditemui di kediaman ayahnya, Sabtu pagi.
Pengejaran disebut berlanjut dari kawasan Cafe Mistik, melewati belakang Mie Gacoan hingga ke depan Hotel Wish Prime.
Risky mengaku merasa terancam lantaran kendaraan tersebut diduga beberapa kali diarahkan ke arahnya.
“Karena dia begitu bertekad menabrak, mobilnya secara brutal menabrak papan petunjuk lalu lintas. Saya terus melaju mencari rekan kerja karena hampir dia tabrak buta-buta dari belakang,” tuturnya.
Risky kemudian menuju pintu kawasan untuk menghindari kejadian yang lebih buruk. Sejumlah sekuriti lainnya turut menghadang kendaraan tersebut di sekitar area depan klenteng.
Dalam keterangannya, Risky juga mengaku pengemudi tersebut sempat menyebut dirinya sebagai adik Kapolda.
“Dalam kondisi mabuk berat, dia bilang, ‘Kalian mau lapor ke Kapolres dan Kapolda, ya? Saya ini adik Kapolda. Silakan lapor,’” kata Risky menirukan ucapan pria tersebut.
Risky juga menyebut pria tersebut mengenakan kaus bertuliskan Siloam. Namun, saat itu dirinya belum dapat memastikan identitas maupun status pekerjaan pengemudi.
Setelah kejadian, pengemudi tersebut disebut sempat menyatakan kesediaan untuk mengganti kerusakan fasilitas yang ditimbulkan. Ia bahkan meminta pihak manajemen mengeluarkan surat resmi terkait kerusakan tersebut.
Tak lama kemudian, kakak pria tersebut datang menjemput. Berdasarkan informasi yang diterima Risky dari leader sekuriti, pihak keluarga juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada petugas.
Sementara itu, mobil listrik Denza yang digunakan dalam kejadian tersebut sempat ditinggalkan di depan kawasan Milenium.
Hingga kini, Polresta Manado masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga belum menyampaikan hasil akhir penyelidikan maupun langkah hukum selanjutnya terhadap dokter WW alias William. (***)
Valentino









